Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Rombongan Jemaah Haji Saat Akan Melakukan Jumrah
Dream - Penyelenggaraan ibadah haji 2015 lalu diwarnai peristiwa pilu tragedi Mina yang menelan banyak korban meninggal, termasuk 125 jamaah haji Indonesia dan 5 warga negara Indonesia (WNI) yang sedang bekerja di Arab Saudi.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku dirinya sempat merasa gagap saat pertama kali mendengar musibah tersebut. Namun dengan prinsip tahadduts bin-nikmah, Menag mengatakan pemerintah dapat menerapkan manajemen krisis bagi penanganan peristiwa Mina dalam waktu yang tidak lama.
Selang tiga jam setelah kejadian, Indonesia sudah bisa menggelar jumpa pers dan menjelaskan peristiwanya.
“Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang secara kontinue menyampaikan kepada publik melalui konferensi pers tentang apa yang terjadi di Mina dan apa yang dilakukan Pemerintah di tengah keterbatasan yang ada,” terang Menag saat didaulat untuk memberikan memberikan kuliah umum tentang Keselamatan dan Kesejahteraan Jamaah Haji mengutip laman Kemenag, Kamis, 4 Februari 2016.
Menurut Lukman, Indoneaia adalah satu-satunya negara yang sampai hari ini berhasil menangani perisiwa Mina dengan baik. Tidak hanya mempublikasikan jumlah jamaah yang menjadi korban peristiwa Mina, penyelenggara haji Indonesia juga bisa menyebutkan nama, alamat, dan identitas korban.
Lukman memastikan tidak ada negara yang melakukan hal sama seperti yang dilakukan Indonesia. Terbukti, sampai hari ini, pihak Arab Saudi belum mengumumkan secara resmi jumlah korban peristiwa Mina.
Dikatakan Menag, dalam proses penanganan peristiwa Mina, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bekerja 24 jam dengan segala keterbatasan untuk dapat mengidentifikasi jenazah.
“Alhamdulillah, dengan lobi dan pendekatan, kita mampu mendekati jenazah korban sehingga bisa mengidentifikasi dan akhirnya menyebutkan korban peristiwa Mina lengkap by name dan by address,” tandasnya.
Atas keberhasilan dalam penyelenggaraan ibadah haji ini, Indonesia mendapat apresiasi dari beberapa negara di dunia, seperti Iran, Turki, Pakistan, India dan negara pengirim jamaah haji lainnya.
Menag berharap sukses penanganan peristiwa Mina bisa dijadikan pengalaman dalam terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari