Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Konsultasisyariah.com)
Dream - Mulut manusia tak luput dari khilaf dan kesalahan. Ada kalanya, mulut digunakan untuk mengucapkan kata-kata tak sopan, umpatan hingga sumpah serapah. Jika sudah tak sengaja terlontar, maka sebaiknya ucapkanlah istighfar dan memohon ampun pada Allah.
Namun, ada anggapan, jika mulut telah terlanjur melaknat atau mengucapkan celaan untuk sebuah benda seperti " bangs** mobil sialan" , maka konsekuensinya adalah benda yang dilaknat itu tak boleh lagi digunakan? Apakah hal tersebut benar? Bagaimana menurut pandangan Islam?
Sahabat Imran bin Hushain bercerita, dalam salah satu safarnya Nabi SAW, ada seorang wanita Anshar yang ikut rombongan, naik unta tunggangannya.
Tiba-tiba wanita itu marah dan melaknat untanya. Ternyata ucapannya didengar oleh Nabi SAW. Lalu beliau bersabda,
" Ambil semua barang yang ada di atasnya, dan biarkan unta ini berkeliaran. Karena unta ini telah dilaknat."
Kata sahabat Imran,
" Aku lihat unta itu berkeliaran di tengah rombongan dan tidak ada satupun yang menangkapnya." (HR. Ahmad 19870 dan Muslim 6769)
Hadis ini memberikan pelajaran agar kita tidak mudah melontarkan kata-kata laknat dan celaan kepada benda apapun.
Dari Abu Darda RA, Nabi SAW bersabda,
" Ketika seorang hamba melaknat sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit. Kemudian semua pintu langit akan tertutup tidak menerimanya. Lalu laknat ini turun ke bumi, dan semua pintu bumi tertutup tidak menerimanya, lalu dia kebingungan ke kanan dan ke kiri. Setelah dia tidak punya ruang, maka dia menuju yang dilaknat. Jika laknatnya benar sasaran maka dia mengarah ke sana. Jika laknatnya tidak benar maka kembali ke orang yang melaknat." (HR. Abu Daud 4907 dan dihasankan al-Albani).
Selengkapnya baca di sini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya