Menag: Menemukan Kesalahan Cetak pada Alquran, Laporkan!

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 7 Mei 2015 17:00
Menag: Menemukan Kesalahan Cetak pada Alquran, Laporkan!
"Bantuan dari masyarakat, sungguh sesuatu yang kami harapkan dalam rangka ikut menjaga kemurnian dan kesucian Al-Quran itu sendiri," kata Lukman Hakim.

Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, meminta masyarakat turut mengawasi peredaran Alquran, baik cetak maupun digital. Dia mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan kesalahan cetak pada Alquran ke Kementerian Agama melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMA).

“ Bantuan dari masyarakat, sungguh sesuatu yang kami harapkan dalam rangka ikut menjaga kemurnian dan kesucian Al-Quran itu sendiri,” kata Lukman Hakim sebagaimana dikutip Dream dari laman resmi Kementerian Agama, Kamis 7 Mei 2015.

Menurut dia, era digital sekarang ini mempermudah segala sesuatu untuk beredar di dunia maya. Termasuk Alquran. Sehingga, pengawasan Alquran yang beredar di internet menjadi sangat penting.

“ Karena eranya sekarang, era digital, karenanya harus terus dipantau agar kemurnian dan kesucian Mushaf Al-Quran ini tetap terjaga tidak hanya pada penulisannya, tidak hanya penerjemahannya, tapi kalau kemudian ada yang melakukan penafsiran-penafsiran, sehingga kemudian masyarakat tetap mendapatkan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar dia.

Untuk mengawasi peredaran Alquran digital itu, kata Lukman, Kemenang memiliki ahli dan hafiz Alquran 30 juz yang memiliki pemahaman mendalam terhadap Alquran sehingga mereka memiliki kualifikasi yang bisa membedakan mana yang benar dan salah.

Sementara, Kepala LPMA, Muchlis M. Hanafi, mengatakan saat ini banyak aduan terkait kekeliruan cetak Alquran. Menurut dia, selama ini banyak aduan dari masyarakat tentang kesalahan pada Alquran versi cetak.

“ Ada banyak aduan dari masyarakat terkait dengan versi digital, sejauh ini dari data yang dimiliki LPMA, baru 50 perusahaan yang mengajukan pentashihan versi digital, dan yang tidak mengajukan izin atau pentashihan itu kita monitoring dan mengawasinya secara serius,” ujar Muchlis Hanafi.

Beri Komentar