Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
KH Ali Mustafa Yaqub (Islami.co)
Dream - Sosok KH Ali Mustafa Yaqub memiliki peran besar dalam perkembangan kajian Islam kontemporer di Indonesia. Ulama ini dikenal sebagai salah pakar hadis di Tanah Air yang kemampuannya diakui di seluruh dunia.
Ulama yang lahir di Batang, Jawa Tengah, 2 Maret 1952 ini menimba ilmu agama di sejumlah pondok pesantren. Pertama kali ia menimba ilmu agama di Pesantren Seblak, Jombang mulai tahun 1966 hingga 1969.
Dari sana, Ali pindah mondok ke Pesantren Tebuireng, Jombang selama dua tahun, sejak 1969 hingga 1971. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan ke Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy'ari di kota yang sama pada 1972.
Lulus dari sana pada 1975, Ali kemudian menempuh studi di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi dan lulus pada 1980. Kemudian, dia kembali melanjutkan pendidikan di Program Pascasarjana Universitas King Saud di Riyadh mengambil spesialisasi Tafsir Hadits dan lulus pada 1985.
Ali sempat kembali ke Tanah Air dan mengabdi di sejumlah perguruan tinggi sebagai pengajar. Di samping itu, dia juga dipercaya untuk menjadi Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia serta Imam Besar Masjid Istiqlal.
Di sela aktivitasnya sebagai pengajar dan imam besar, Ali kemudian melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar doktoralnya pada 2005 di Universitas Nizamia, Hyderabad, India. Dia mengambil spesialisasi Hukum Islam dan lulus pada 2008.
Dalam meraih gelar doktornya, Ali menjalani sidang munaqasah (pendadaran) yang istimewa. Jika mahasiswa lain harus menjalani sidang ini di universitas tempat mereka menimba ilmu, Ali justru menjalaninya di Aula Masjid Istiqlal.
Para penguji yang merupakan guru besar dan ulama hadis terkemuka dunia justru datang ke Indonesia untuk menguji disertasi Ali berjudul 'Kriteria Halal dan Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetika menurut al-Quran dan Hadis'.
Ada alasan tersendiri mengapa Ali begitu menyukai kajian hadis. Menurut Ali, mempelajari hadis sama dengan mengenal pribadi Rasulullah Muhammad SAW seolah-olah melihat Rasulullah, juga dapat lebih banyak bershalawat kepada Sang Nabi Agung.
Selengkapnya, baca pada tautan ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya