Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (www.dream.co.id)
Dream - Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan, akan dibuka hari ini, Senin 3 Agustus 2015. Organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini diharapkan terus berkomitmen memberikan pencerahan dan memajukan peradaban bangsa.
" Muhammadiyah dapat menjadi mitra pemerintah dalam membebaskan masyarakat dari segala penghambat kemajuan seperti kemiskinan dan korupsi," kata Lukman di Makassar, sebagaimana dikutip Dream dari laman kemenag.go.id.
Muktamar yang mengusung tema " Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan" ini akan digelar hingga 7 Agustus 2015. Gerakan pencerahan Muhammadiyah mengandung tiga poin, yaitu pembebasan, pemberdayaan, dan pemajuan.
Lukman mendukung gerakan tersebut karena mencerminkan visi Muhammadiyah untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa sesuai ajaran pendirinya, KH Ahmad Dahlan.
Dia juga berharap, isu-isu yang berkembang di dalam muktamar ini bisa disampaikan ke media dengan tepat. Sehingga masyarakat mendapat informasi yang utuh tentang program Muhammadiyah.
" Media hendaknya mendalami isu-isu penting tersebut. Proses itu dilakukan agar menjadi pencerahan masyarakat," tambah Lukman.
Disinggung mengenai hasil agenda ini, Lukman berharap hasil muktamar Muhammadiyah dapat mencerahkan umat dan mengawal kemajuan peradaban bangsa Indonesia. Lukman berharap Muhammadiyah dapat menjadi mitra strategis dan konstruktif bagi pemerintah dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya