Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Umrah (Shutterstock.com)
Dream - Arab Saudi masih belum mengizinkan aktivitas umrah maupun ziarah ke Tanah Suci meski sudah melonggarkan kebijakan lockdown. Hingga saat ini, Saudi belum membuka akses masuk ke wilayahnya.
" Aturan larangan umrah dan ziarah yang terbit sejak 27 Februari lalu belum dicabut dan masih berlaku hingga sekarang," kata Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, dikutip dari Kemenag.
Endang mengatakan Saudi memang sudah memasuki masa pelonggaran pembatasan aktivitas masyarakatnya. Tetapi bersamaan dengan pelonggaran tersebut diterbitkan aturan kewaspadaan.
Dengan ketentuan baru tersebut, Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyatakan umrah dan ziarah ke Masjid Nabawi masih ditutup.
" Penutupan itu bahkan disebutkan sampai waktu yang tidak ditentukan dan akan diambil langkah-langkah selanjutnya sesuai kondisi Covid-19 dan hasil rekomendasi dari berbagai pihak," kata Endang.
Endang juga mengatakan musim umrah 1441 H sudah berakhir. Jika dalam situasi normal, seharusnya saat ini sudah masuk musim haji.
" Penyelenggaraan umrah mungkin dibuka pada Muharram 1442 H atau sekitar September 2020, itupun kalau wabah Covid-19 sudah selesai," kata dia.
Dream - Kementerian Urusan Islam Arab Saudi menutup 71 masjid di berbagai wilayah negaranya setelah mencatat adanya kasus infeksi virus corona di dalam masjid. Langkah itu diambil setelah 18 jamaah dan karyawan masjid diketahui terpapar Covid-19.
Menteri Urusan Islam di Saudi, Dr. Abdullatif Al-Sheikh, mengatakan, penularan Covid-19 di masjid terjadi lantaran kurangnya kepatuhan terhadap tindak pencegahan kesehatann dan protokol pencegahaan oleh beberapa jemaah.
" Ketidakpatuhan ini mengakibatkan infeksi virus corona di beberapa masjid. Masjid-masjid yang ditutup sebagai tindakan pencegahaan saat ini dan melakukan strerilisasi," kata Abdullatif dikutip dari Saudi Gazette, Rabu 10 Juni 2020.
Pada Senin 8 Juni 2020, Arab Saudi telah mencatat 3.369 kasus virus Covid-19, menjadi jumlah tertinggi sejak virus mewabah di buulan Maret lalu. Para pejabat kesehatan juga telah mengumungkan 34 orang telah meninggal akibat Covid-19 menjadikan angka kematian di negara itu mejadi 746.
Jumlah kasus virus corona yang dilaporkan Kerajaan Arab Saudi meningkat di atas angka 3.000. Peningkatan itu terjadi signifikan dari seblan lalu saat jumlah harian hanya setengah dari jumlah itu.
Pada 31 Mei, Arab Saudi telah memberikan lampu hijau untuk membuka kembali 900.000 masjid di negaranya debfab syarat para jemaah mengikuti protokol kesehatan.

Dream - Kerajaan Arab Saudi memutuskan mengganti panggilan azan. Arab Saudi telah mengamandemen untuk panggilan `datanglah untuk sholat` dalam bahasa Arab, diganti dengan `berdoalah di rumah`.
Dilansir Arab News, panggilan azan itu juga dapat diterjemahkan sebagai `berdoalah di mana kamu berada`. Pernyataan itu mengatakan bahwa sholat Jumat dapat dilakukan umat Islam di rumah.
Dilaporkan Saudi Press Agency, Dua Masjid Suci di Mekah dan Madinah dibebaskan dari keputusan itu.
" Pintu masjid akan ditutup sementara, tetapi mereka akan diizinkan untuk melafalkan panggilan untuk sholat," kata dia.
Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Abdulatif Al-Sheikh mengatakan, fasilitas untuk mencuci orang mati di masjid akan tetap dibuka, namun akan dibatasi untuk beberapa orang. Berdoa atas orang mati hanya akan diizinkan di kuburan pemakaman.
Keputusan ini diumumkan Selasa, 17 Maret 2020. Arab Saudi ingin mendorong umat Islam untuk sholat di rumah untuk menghindari penyebaran virus corona.
Dream - Masjid Istiqlal tetap menggelar sholat Jumat pekan ini. Agenda tersebut sesuai dengan jadwal rutin yang selama ini dilaksanakan.
" Untuk besok, minggu ini, sampai detik ini belum ada perubahan, kami tetap melaksanakan sholat Jumat," ujar Kepala Bagian Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, dikutip dari
Abu Hurairah mengatakan pihaknya menyediakan alat pemindai suhu tubuh dan hand sanitizer. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.
Nantinya, jemaah yang datang akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk masjid. Selain itu, ada lima botol hand sanitizer disediakan di dua pintu masuk utama.
" Saat ini hanya dua dari tujuk pintu yang aktif disebabkan sedang renovasi masjid," kata dia.
Tak hanya itu, petugas akan menyemprotkan disinfektan dua sampai tiga kali dalam sepekan. Waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di Indonesia.
" Untuk penyemprotan disinfektan yang pasti kami lakukan secara berkala nanti," kata dia.
Terkait personel yang bertugas, Abu Hurairah mengatakan semua dilakukan oleh petugas dan karyawan Masjid Istiqlal. Mereka dalam rentang usia produktif antara 20-30 tahunan.
Para petugas juga akan dibekali masker dan cairan pembersih tangan. Khusus untuk petugas penghitung uang infak jemaah, diharuskan memakai masker dan sarung tangan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya