3 Fakta Terbaru Hasil Pencarian Vaksin Covid-19 di Indonesia

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 11 Juni 2020 11:01
3 Fakta Terbaru Hasil Pencarian Vaksin Covid-19 di Indonesia
Negara kita juga melakukan pengembangan vaksin virus corona melalui Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Dream – Setiap negara di seluruh dunia tengah fokus mengembangkan dan menemukan vaksin vius corona Covid-19, tak terkecuali Indonesia. Negara kita juga melakukan pengembangan vaksin virus corona melalui Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Kepala Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan timnya masih terus melakukan pengembangan recombinant protein atau pengembangan DNA berdasarkan 7 genom SARS-CoV-2, hinga akhirnya siap dilakukan uji coba pada hewan.

“ Ya jadi kami saat ini masih mengembangkan protein recombinantnya, jadi setelah itu baru masuk ke uji ke hewan,” ternang Amin Soebandrio, seperti dilansir dari Merdeka.com, Rabu (10/062020).

1 dari 3 halaman

Ternyata Belum Diuji Coba ke Hewan

Ilustrasi© freepik.com

Amin menerangkan, dalam proses pengembangan recombinant protein ini, timnya tengah melakukan pengujian melalui spike protein atau disebut dengan protein S. Spike protein ini adalah bentuk mahkota yang mengelilingi permukaan tubuh virus SARS-CoV-2.

Menurutnya strategi yang digunakan untuk upaya ini adalah menggunakan protein recombinant dari spike protein yang kemudian akan dijadikan sebagai calon antigen.

“ Jadi itu yang dikembangkan dan kalau sudah jadi akan dilakukan uji coba kepada hewan. Jadi sampai saat ini belum dilakukan uji kepada hewan,” terangnya.

Pihaknya berharap pengembangan protein recombinant ini bisa segera selesai selama dua hingga tiga bulan ini, setelah itu baru akan dilakukan uji coba kepada hewan.

2 dari 3 halaman

Terhambat Proses Impor

Ilustrasi© Pixabay

Eijkman terkendala mendapatkan reagen yang masih ddidapat secara impor tersebut. Dalam proses pengembangan protein recombinant ini, menurut Amin juga terkendala learning, identifikasi, dan persoalan lainnya.

Pengadaan reagen masih terkendala proses impor, karena pada kondisi seperti sekarang ini proses impor masih memakan waktu yang sangat lama. Sehingga pihaknya masih menunggu beberapa reagen impor tersebut.

3 dari 3 halaman

Rencana Uji Coba Hewan

Ilustrasi© freepik.com

Meskipun masih direncanakan, namun tim Eijkman akan mempersiapkan pengujian terhadap hewan dalam waktu dekat.

Amin menjelaskan nanti aka nada urutan pengujian yang diawali dengan hewan yang kecil, lalu jika berhasil maka akan dilakukan pengujian ke hewan yang lebih besar seeprti monyet. Setelah itu, jika pengujian berhasil, maka akan diterapkan uji coba ke manusia.

Menurutnya, mungkin akan memakan waktu dua sampai tiga bulan kedepan. Artinya vaksin bisa dimurnikan lalu diujikan kepada hewan. “ Nantinya bisa diuji ke hewan yang kecil, misalnya hasilnya bagus kita ujikan lagi ke hewan yang lebih besar seperti monyet, jika berhasil baru kita ujikan kepada manusia,” pungkasnya, seperti dilansir Merdeka.com.

Beri Komentar