Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pihak kepolisian India mendakwa pria pengguna Twitter yang meminta bantuan untuk menemukan oksigen bagi kakeknya yang sedang sekarat. Pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh, mendakwa Shashank Yadav dengan kasus penyebaran hoaks atas kekurangan oksigen " dengan maksud menyebabkan ketakutan atau kepanikan" .
Dilansir dari BBC, Kamis 29 April 2021, Yadav dalam cuitannya tidak pernah menyinggung soal Covid-19 dan dirinya terancam dipenjara.
Petugas Kepolisian di kota Amethi menyebut, hoaks yang dibeberkan Yadav membuat orang lain melayangkan tuduhan terhadap pemerintah dan menjatuhkan dakwaan pidana kepadanya pada Selasa malam lalu.
" Shashank Yadav didakwa karena menyebarkan informasi menyesatkan," ujar petugas polisi senior Amethi, Arpit Kapoor, dikutip dari Indian Express, Kamis 29 April 2021.
Dengan didakwanya Yadav atas cuitannya, mendapat kritikan tajam dari publik atas kebobrokan kebebasan sipil dalam berbicara dan mengutarakan pendapat.
Sebelumnya, pada Senin, Yadav, 26 tahun, mengunggah status singkat di Twitter memohon bantuan tabung oksigen dengan menyebutkan akun aktor Bollywood, Sonu Sood. Dalam cuitannya, ia tidak menyebutkan soal virus corona atau penyakit apa yang diderita kakeknya.
Permohonannya itu langsung mendapat responss dari temannya yang menghubungi seorang jurnalis di Wire.
Menteri Smiti Imrani yang merupakan anggota parlemen dari Amethi, kemudian merespons cuitan Yadav dengan menghubunginya pada malam hari serta menghubungi pejabat lokal. Hingga hari ini, Imrani belum berkomentar soal dakwaan terhadap Yadav.
Kakek Yadav kemudian diketahui meninggal pada Senin malam kemungkinan akibat serangan jantung. Pejabat setempat mengatakan, sang kakek tidak menderita Covid-19 namun pernyataan tentang kematiannya belum jelas.
Uttar Pradesh sendiri diketahui menjadi salah satu negara bagian yang paling parah dihantam gelombang kedua wabah virus Corona. Kepala Menteri Yogi Adityanath, dituding meremehkan kasus mengerikan ini.
Pada awal pekan lalu Adityanath, koalisi sayap kanan Perdana Menteri Narendra Modi, meminta segala hal yang berhubungan dengan desas-desus atau propaganda keparahan di wilayahnya agar ditindak.
Dalam sebuah pernyataan ia juga menyebutkan bahwa rumah sakit di wilayahnya tidak kekurangan oksigen, mski fasilitas kesehatan tengah kewalahan menangani pasien.
Sumber: Indian Express
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya