Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemakaman Korban Pembunuhan Di Batam (batamnews.com)
Dream - Sejumlah polisi tak berseragam dari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kepri) tengah berkumpul di tanah lapang. Mereka membawa serta beberapa ekor anjing anggota satuan K9.
Hari itu, mereka sedang bertugas, melakukan pemeriksaan di lahan kosong penuh semak di dekat perumahan San Dona, Sei Ladi, Batam. Bau busuk tercium pada jarak 10 meter dari lokasi para polisi itu berkumpul.
Di titik itu, kerangka manusia ditemukan oleh seorang pencari kayu bakar, Yudi, pada Senin, 17 April 2017. Empat hari setelah penemuan itu, bau mayat masih sangat menyengat.
Yudi menceritakan dia sempat mengira bau busuk itu berasal dari bangkai hewan yang mati. Dugaannya meleset saat dia melihat ada rahang dan tengkorak tergeletak di sana.
" Saya kira itu bangkai binatang, pas melihat ada rahang dan tengkorang manusia, maka saya bergegas pergi, saat jalan saya kembali berjumpa tulang kaki," kata Yudi, dikutip dari batamnews.com, Kamis, 27 April 2017.
Seketika, Yudi terkesiap dan melangkah lurus. 400 meter kakinya melangkah, dia bertemu dengan seorang penjaga peternakan hewan kurban. Kepada si penjaga, Yudi mengisahkan apa yang dia temukan.
Sehari setelah kerangka manusia itu ditemukan, Yudi bersama seorang peternak melapor ke Pos Polisi Tiban. Seketika, polisi bergerak memastikan laporan tersebut di hari itu juga.
Benar saja, kerangka manusia penuh belatung tergeletak di sana. Polisi segera membawa kerangka itu ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri di Nongsa untuk keperluan autopsi. Hasil sementara, kerangka itu berjenis kelamin perempuan.
Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada Sabtu, 22 April 2017, jasad wanita kembali ditemukan. Kali ini, jenazah itu tergeletak di antara pohon pisang dekat perumahan Happy Garden, Lubukbaja, masih di Batam.
Identitas jenazah wanita itu bisa terlacak. Polisi menyatakan, korban berinisial A, warga Tanjung Uma. Tetapi, polisi belum mengetahui apa motif di balik pembunuhan janda beranak satu ini.
Temuan dua jenazah wanita itu menambah panjang daftar bukti kasus pembunuhan yang belum terungkap di Batam. Mari kita tarik ke belakang, sekitar tahun 2015. Di tahun itu, ada tiga kasus pembunuhan wanita, dua kasus di 2016, dan satu kasus pada Februari 2017. Semuanya belum terungkap.
Untuk mengetahui kisah selengkapnya, baca pada tautan ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya