Merinding, Misteri Pembunuhan Sejumlah Wanita di Batam

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 28 April 2017 06:30
Merinding, Misteri Pembunuhan Sejumlah Wanita di Batam
Sejumlah kasus pembunuhan terjadi di Batam sejak 2015 dan belum terungkap. Para korban diketahui adalah wanita.

Dream - Sejumlah polisi tak berseragam dari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kepri) tengah berkumpul di tanah lapang. Mereka membawa serta beberapa ekor anjing anggota satuan K9.

Hari itu, mereka sedang bertugas, melakukan pemeriksaan di lahan kosong penuh semak di dekat perumahan San Dona, Sei Ladi, Batam. Bau busuk tercium pada jarak 10 meter dari lokasi para polisi itu berkumpul.

Di titik itu, kerangka manusia ditemukan oleh seorang pencari kayu bakar, Yudi, pada Senin, 17 April 2017. Empat hari setelah penemuan itu, bau mayat masih sangat menyengat.

Yudi menceritakan dia sempat mengira bau busuk itu berasal dari bangkai hewan yang mati. Dugaannya meleset saat dia melihat ada rahang dan tengkorak tergeletak di sana.

" Saya kira itu bangkai binatang, pas melihat ada rahang dan tengkorang manusia, maka saya bergegas pergi, saat jalan saya kembali berjumpa tulang kaki," kata Yudi, dikutip dari batamnews.com, Kamis, 27 April 2017.

Seketika, Yudi terkesiap dan melangkah lurus. 400 meter kakinya melangkah, dia bertemu dengan seorang penjaga peternakan hewan kurban. Kepada si penjaga, Yudi mengisahkan apa yang dia temukan.

Sehari setelah kerangka manusia itu ditemukan, Yudi bersama seorang peternak melapor ke Pos Polisi Tiban. Seketika, polisi bergerak memastikan laporan tersebut di hari itu juga.

Benar saja, kerangka manusia penuh belatung tergeletak di sana. Polisi segera membawa kerangka itu ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri di Nongsa untuk keperluan autopsi. Hasil sementara, kerangka itu berjenis kelamin perempuan.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada Sabtu, 22 April 2017, jasad wanita kembali ditemukan. Kali ini, jenazah itu tergeletak di antara pohon pisang dekat perumahan Happy Garden, Lubukbaja, masih di Batam.

Identitas jenazah wanita itu bisa terlacak. Polisi menyatakan, korban berinisial A, warga Tanjung Uma. Tetapi, polisi belum mengetahui apa motif di balik pembunuhan janda beranak satu ini.

Temuan dua jenazah wanita itu menambah panjang daftar bukti kasus pembunuhan yang belum terungkap di Batam. Mari kita tarik ke belakang, sekitar tahun 2015. Di tahun itu, ada tiga kasus pembunuhan wanita, dua kasus di 2016, dan satu kasus pada Februari 2017. Semuanya belum terungkap.

Untuk mengetahui kisah selengkapnya, baca pada tautan ini.

Beri Komentar
PSBB Jakarta Ditambah Sampai 4 Juni, Anies Baswedan- Bisa Jadi yang Terakhir