Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Walikota Beziers, Robert Menard (bbc.com)
Dream - Walikota Beziers, Perancis, Robert Menard, dikenai denda sebesar 2.000 euro, setara Rp28 juta lantaran ucapannya yang dianggap telah menyebarkan kebencian. Menard menyebut terlalu banyak siswa Muslim di kotanya.
Menar dikenal sebagai walikota dari partai sayap kanan Perancis, Front Nasional. Partai ini dikenal sangat menentang pelbagai kebijakan mengenai imigran.
Pada 1 September 2016 lalu, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah di Perancis, Menard mencuitkan status berisi harapan akan ada 'pergantian besar'. Istilah 'pergantian besar' itu dia gunakan untuk menggambarkan tergesernya populasi umat Nasrani kulit putih Perancis oleh pendatang.
Pada 5 September, Menard berbicara kepada stasiun televisi LCI, " Dalam kelas-kelas di pusat kotaku, 91 persen siswa adalah Muslim. Tentunya ini merupakan masalah. Ada batasan untuk toleransi."
Hukum Perancis melarang keberadaan data berbasis keyakinan agama maupun etnisitas. Tetapi, Menard justru mempertahankan pendapatnya dengan menyebut, " Saya hanya mendeskripsikan situasi di kota saya. Ini bukanlah tudingan tentang nilai, ini fakta. Ini adalah apa yang saya saksikan."
Selain denda tersebut, Pengadilan juga mewajibkan Menard harus membayar 1.000 euro, setara Rp14 juta, kepada kelompok anti-rasis yang menggugatnya. Denda ini lebih besar dibandingkan tuntutan jaksa sebesar 1.800 euro, setara Rp26 juta.
Menard berencana mengajukan banding atas putusan ini.
Menard sendiri adalah politisi independen yang mendapat dukungan dari Front Nasional. Ini lantaran dia kerap melancarkan kritik terhadap kebijakan imigrasi di Perancis.
Pemimpin partai tersebut, Marie Le Pen, mengundurkan diri dari jabatan ketua. Ini semata dia lakukan karena ingin fokus dalam pemilihan presiden pada 7 Mei nanti.
(Sumber: bbc.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya