Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Ferdy Sambo
Dream - Polisi mengungkap momen sebelum penembakan Brigadir Yosua dilakukan oleh Bharada E atas perintah Irjen Ferdy Sambo, berdasarkan dari hasil gelar perkara.
Sesaat sebelum eksekusi pada Jumat 8 Juli 2022, Brigadir Yosua tengah berada di pekarangan rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Duren Tiga, Jakarta Selatan. Brigadir Yosua kemudian dipanggil oleh Ferdy Sambo untuk masuk ke dalam.
" Berdasarkan pemaparan Dirtipidum, semua saksi kejadian menyatakan Brigadir Yosua almarhum tidak berada di dalam rumah, tapi di taman pekarangan depan rumah," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Jumat malam 12 Agustus 2022.
" Almarhum J (Yosua) masuk saat dipanggil ke dalam oleh FS (Ferdy Sambo)," imbuhnya.
Tim Khusus (Timsus) bentukan Kapolri melakukan pemeriksaan marathon terhadap tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo. Dalam pemeriksaan tersebut, sejumlah fakta terungkap. Termasuk upaya mengaburkan kasus pembunuhan tersebut.
Mantan Kadiv Propam itu akhirnya mengakui melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Alasannya karena emosi sebab istrinya mengaku mendapat pelecehan seksual dari ajudannya.
" Tersangka FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya PC yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan oleh almarhum Yoshua," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Mendapati fakta tersebut, Polri segera menghentikan kasus dugaan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo. Nyatanya, aduan tersebut dibuat untuk menghalangi pengungkapan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
" Kita anggap bahwa dua laporan ini masuk dalam satu bagian yang masuk dalam kategori obstruction of justice. Ini bagian dalam upaya menghalangi pengungkapan dari kasus 340," kata Andi.
Setelah mendapatkan fakta tersebut, Timsus langsung mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap Ferdy Sambo kepada Kejaksaan Agung.
Setelah menerima SPDP tersebut, Kejaksaan Agung menunjuk 30 jaksa penuntut umum (JPU) untuk mengawal kasus pembunuhan ini.
" Sudah ditunjuk JPU sebanyak 30 orang untuk menanganinya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane