Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peluncuran Kartu Nikah (kemenag.go.id)
Dream - Kementerian Agama membuat kebijakan baru terkait dokumen nikah. Kini, buku nikah sebagai dokumen resmi dilengkapi dengan kartu nikah.
Peluncuran kartu nikah dilaksanakan berbarengan dengan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Web (Simkah Web). Sistem ini memudahkan masyarakat mengakses layanan KUA, terutama untuk pendaftaran pernikahan.
" Aplikasi ini telah diintegrasikan dengan data berbasis e-KTP Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil," ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Mohsen, dikutip dari kemenag.go.id, Kamis 15 November 2018.
Mohsen menjelaskan, cara kerja aplikasi ini cukup mudah. Kita hanya perlu memasukkan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) di menu pendaftaran nikah.
Aplikasi akan mengambil data kependudukan dari server Ditjen Dukcapil untuk mengisi formulir nikah. Setelah proses verifikasi, data, pemeriksaan dan akad nikah selesai dijalankan, data yang dimasukkan aplikasi Simkah dikirim kembali ke warehouse Ditjen Dukcapil.
Data yang baru masuk mengubah data sebelumnya, terutama terkait status pernikahan. Setelah input data selesai, aplikasi mencetak Lembaran Pemeriksaan Nikah, Akta Nikah, Buku Nikah, dan Kartu Nikah.
Mohsen mengatakan, Kartu Nikah ini diluncurkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terkait identitas pernikahan yang mudah dibawa ke manapun. Selain itu, untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan KUA.
" Dengan membawa Kartu Nikah, masyarakat akan dimudahkan dalam mengakses layanan KUA di seluruh Indonesia, seperti layanan legalisasi dokumen surat keterangan lainnya yang diperlukan," ucap Mohsen.
Dia mencontohkan pengurusan visa bagi pasangan menikah. Saat ini, suami istri harus mengurus legalisasi ke KUA tempat menikah, lalu legalisasi ke Kemenkum HAM dan Kemenlu, baru diterbitkan visa.
Alur ini, kata dia, kurang sejalan dengan cita-cita reformasi birokrasi. Apalagi semangat untuk memberikan kemudahan dan kecepatan layanan kepada masyarakat.
" Maka, Kartu Nikah ini menjadi solusi yang memudahkan bagi masyarakat," kata dia.
Menurut Mohsen, biaya pencetakan Kartu Nikah ini tidak akan menimbulkan pemborosan. Sebab, sepanjang 2018, pencetakan hanya membutuhkan dana sebesar Rp680 juta untuk satu juta kartu.
" Di tahap awal, sedikitnya ada 500 ribu pasangan nikah yang akan diberikan Kartu Nikah ini secara cuma-cuma alias gratis tanpa dipungut biaya," kata dia.
Mohsen menambahkan, pengadaan Kartu Nikah ini bukan program dadakan. Program ini sudah disetujui sebelum penetapan pagu anggaran 2018.
" Kami merencanakan untuk tahun 2019, pengadaan Kartu Nikah tak lagi menggunakan APBN murni, tapi anggaran yang bersumber dari dana PNBP Nikah Rujuk di luar kantor (KUA)," ucap Mohsen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya