Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ahli Forensik Bekerja Di Luar Bandara Terbesar Turki, Istanbul Ataturk, Turki (ANTARA FOTO/REUTERS/Murad Sezer)
Dream - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengecam aksi teror di Istanbul, Turki. Menurut dia, tindakan pengeboman yang mengakibatkan 36 orang tewas dan 140 orang terluka itu merupakan tindakan tidak manusiawi.
" Apapun alasannya, hendaklah sadar dan takut pada azab Tuhan karena telah melakukan tindakan fasad fil-ardl yang merusak kehidupan di muka bumi," kata Haedar, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa, 29 Juni 2016.
Dia menilai, tindakan teror menggunakan bom kepada masyarakat umum merupakan tindakan yang bodoh dan pengecut. Tindakan yang menghancurkan nilai-nilai kemanusian patut dikutut oleh umat manusia di muka bumi.
" Kepada seluruh bangsa di seluruh benua (mari) melawan terorisme dan jangan memberi toleransi dan ruang bagi para teroris," ucap dia.
Dia berharap, serangan bom itu tidak menggoyahkan persatuan pemerintah dan rakyat Turki. Sebab, kini mereka memiliki musuh bersama yaitu teroris. Selain itu, dia juga berharap pemerintah Indonesia mengambil kerja sama penanganan terorisme.
" Pemerintah Indonesia sesuai jalur diplomasi dan ketentuan internasional harap beri dukungan dan bekerja sama dengan pemerintah Turki menghadapi terorisme," ujar dia.
Seperti yang diketahui, serangan bom kembali terjadi di Turki. Serangan bom tersebut dilancarkan di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki pada Selasa malam waktu setempat. Serangan ini menewaskan 36 orang dan melukai lebih dari 140 orang, ujar para pejabat. Insiden diketahui dilancarkan oleh tiga orang pelaku.
Tiga penyerang memulai tembakan di dekat akses masuk ke bandara. Mereka kemudian meledakkan diri setelah polisi menembak mereka. Perdana Menteri Binali Yildirim menuding kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berada di balik serangan tersebut.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari