Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Para Relawan Dan Amil BMH Mengantarkan Takjil Ke Perkampungan Mualaf Tengger (bmh.or.id)
Dream - Dusun Puncak, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terletak di lokasi yang tidak mudah. Dusun itu hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Untuk bisa sampai ke dusun itu harus melewati medan yang berat. Ini lantaran dusun tersebut terletak di lereng Gunung Semeru.
Meski begitu, sulitnya medan tidak membuat para relawan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengurungkan niat menggelar buka puasa bersama dengan para mualaf di sana.
Meski harus bermandi peluh di tengah menjalankan puasa, para relawan bersemangat mengantarkan takjil demi buka puasa para pemeluk Islam baru tersebut.
Manajer UP BMH Lumajang Anantiyo Istanto mengatakan buka puasa ini merupakan amanah dari para donatur. Tanpa peran serta relawan dan donatur, para mualaf tersebut tidak bisa merasakan berkah Ramadan dengan berbuka puasa.
" Buka bersama mualaf Tengger ini terlaksana karena memang simpatisan yang sangat antusias untuk memberi takjil dan sahur bersama," ujar Anantiyo.
Para relawan dan amil BMH berangkat dari Lumajang sekitar 13.00 WIB dengan membawa dua tas ransel berisi penuh takjil. Dua jam sebelum berangkat, terdapat takjil tambahan yang dikirim donatur.
" Kami kebingungan membawanya," kata Anantiyo.
Tetapi, amanah tetaplah amanah. Tim BMH lalu mengemas sedemikian rupa takjil tersebut sehingga dapat disalurkan pada para mualaf.
Setengah jam sebelum keberangkatan, donatur BMH Yudi bersama dua rekannya datang dan menawarkan tumpangan menggunakan mobil. Mereka bersama tim amil dan relawan kemudian berangkat menuju Dusun Puncak.
Sayangnya, mobil tidak dapat menjangkau lokasi akibat medan yang berat dan berbahaya. Rombongan itu lantas memutuskan untuk memarkir mobil dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri lereng tebing dengan jalur berkelok.
" Kuasa Allah, akhirnya berbagai halangan untuk mencapai puncak desa di atas awan, desa sebutan masyarakat Lumajang yang berada di Senduro, berhasil kami lalui dengan selamat," kata Anantiyo.
Buka bersama tersebut, yang dilanjut dengan itikaf dan sahur bersama semakin mendekatkan pada mualaf dengan rombongan. Mereka kini tidak lagi sendirian dan dapat semakin teguh memegang iman Islam.
(Ism, Sumber: bmh.or.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam