Takjil Keberkahan untuk Mualaf Tengger

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 29 Juni 2016 08:01
Takjil Keberkahan untuk Mualaf Tengger
Para relawan dan amil BMH menempuh medan berat demi mengantarkan takjil bagi mualaf Tengger.

Dream - Dusun Puncak, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terletak di lokasi yang tidak mudah. Dusun itu hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Untuk bisa sampai ke dusun itu harus melewati medan yang berat. Ini lantaran dusun tersebut terletak di lereng Gunung Semeru.

Meski begitu, sulitnya medan tidak membuat para relawan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengurungkan niat menggelar buka puasa bersama dengan para mualaf di sana.

Meski harus bermandi peluh di tengah menjalankan puasa, para relawan bersemangat mengantarkan takjil demi buka puasa para pemeluk Islam baru tersebut.

Manajer UP BMH Lumajang Anantiyo Istanto mengatakan buka puasa ini merupakan amanah dari para donatur. Tanpa peran serta relawan dan donatur, para mualaf tersebut tidak bisa merasakan berkah Ramadan dengan berbuka puasa.

" Buka bersama mualaf Tengger ini terlaksana karena memang simpatisan yang sangat antusias untuk memberi takjil dan sahur bersama," ujar Anantiyo.

Para relawan dan amil BMH berangkat dari Lumajang sekitar 13.00 WIB dengan membawa dua tas ransel berisi penuh takjil. Dua jam sebelum berangkat, terdapat takjil tambahan yang dikirim donatur.

" Kami kebingungan membawanya," kata Anantiyo.

Tetapi, amanah tetaplah amanah. Tim BMH lalu mengemas sedemikian rupa takjil tersebut sehingga dapat disalurkan pada para mualaf.

Setengah jam sebelum keberangkatan, donatur BMH Yudi bersama dua rekannya datang dan menawarkan tumpangan menggunakan mobil. Mereka bersama tim amil dan relawan kemudian berangkat menuju Dusun Puncak.

Sayangnya, mobil tidak dapat menjangkau lokasi akibat medan yang berat dan berbahaya. Rombongan itu lantas memutuskan untuk memarkir mobil dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri lereng tebing dengan jalur berkelok.

" Kuasa Allah, akhirnya berbagai halangan untuk mencapai puncak desa di atas awan, desa sebutan masyarakat Lumajang yang berada di Senduro, berhasil kami lalui dengan selamat," kata Anantiyo.

Buka bersama tersebut, yang dilanjut dengan itikaf dan sahur bersama semakin mendekatkan pada mualaf dengan rombongan. Mereka kini tidak lagi sendirian dan dapat semakin teguh memegang iman Islam.

(Ism, Sumber: bmh.or.id)

Beri Komentar