Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Misbah Syahibuddin merupakan seorang pengelola dan pengasuh Panti Yatim Raudhatul Aitam di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Ia pernah merasakan pengalaman begitu sial, kehilangan mobil.
Insiden itu terjadi sekitar tahun lalu. Mobil yang digunakan bukan milik pribadi melainkan pinjaman dari seorang teman.
Karena mobil itu hilang, ia punya beban untuk mengembalikan mobil tersebut. Padahal, yayasan yang dia kelola banyak mengandalkan banutan dari donatur.
Pria yang akrab disapa Ustaz Syahibuddin ini sempat dilanda kebingungan. Berpikir lapor polisi atau klaim asuransi, urusannya bisa semakin sulit, juga menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan biaya.
" Wah, bagaimana ini," kata Misbah.
Di tengah kebingungannya, tiba-tiba datang seorang wanita tetangganya. Wanita itu datang sembari menangis sesenggukan.
" Ustaz, tolonglah saya ya Ustaz. Saya sekeluarga belum makan. Kontrakan belum bayar, dan listriknya juga mau dicabut karena nunggak bayaran," kata wanita itu.
Keluhan wanita itu membuat Syahibuddin semakin bingung. Masalah yang dia hadapi belum selesai, sudah datang lagi masalah baru.
Kala itu, Syahibuddin memiliki uang di kantongnya sebanyak Rp500.000. Rencananya, ia akan menggunakan uang itu untuk mengurus pencarian mobil.
Seketika ia teringat dengan perkataan Ustaz Yusuf Mansur tentang kekuatan sedekah. " Sedekah, akan 'bunyi' ketika kita sedang kepepet," kata Syahibuddin, menirukan ucapan Ustaz Yusuf.
Tanpa pikir panjang, Syahibuddin memberikan uangnya keada wanita tersebut. " Ini, Bu. Terimalah uang terakhir yang saya miliki, semoga dapat membereskan urusan Ibu. Tolong doakan saya biar urusan cepat selesai," kata dia.
Wanita itu begitu gembira. Berulang kali ia ucapkan terima kasih kepada Syahibuddin. Wanita itu juga terus mendoakan Syahibuddin.
Tidak sampai berganti hari, sedekah Syihabuddin terjawab. Ia menerima rezeki di luar perkiraan. Jumlahnya cukup banyak.
Syihabuddin lalu membeli mobil bekas setara mobil milik temannya yang hilang. Diserahkannya mobi itu disertai uang untuk memantaskan nilai totalnya. Meski begitu, masih ada cukup banyak uang sisa.
" Alhamdulillah, ternyata dari kehilangan mobil yang mesti saya tanggung, saya akhirnya malah mendapat keuntungan," kata dia.
(Ism, Sumber: pppa.or.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya