Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
(amusingplanet.com)
Dream - Meskipun era apartheid di Afrika Selatan berakhir lebih dari 20 tahun silam, ternyata masih ada ketegangan ekonomi antara kulit hitam dan kulit putih.
Sebagian kaum kulit hitam menempati strata bawah masyarakat di mana mereka terus berhadapan dengan kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan sosial.
Kesenjangan ekonomi bahkan terasa lebih nyata ketika dilihat dari udara. Itulah yang ingin diungkapkan fotografer Amerika Johnny Miller, yang sekarang tinggal di Cape Town.
Melalui foto-foto yang diambil dari udara menggunakan drone kamera, dia berhasil menangkap sisa-sisa `kekejaman` sistem apartheid. Koleksi foto-foto itu kemudian diterbitkan dalam sebuah laporan berjudul Unequal Scenes.
" Drone kamera cukup menarik, karena memberi perspektif baru tentang tempat-tempat yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan," kata Miller kepada CityLab.

Miller menerbangkan drone miliknya ke beberapa lingkungan yang paling kontras dari Cape Town, seperti Masiphumelele. Lingkungan ini memiliki populasi sekitar 38.000 orang, yang sebagian besar tinggal di gubuk beratap seng kecil.
Sementara di sebelahnya adalah lingkungan Danau Michelle, sebuah wilayah yang dihuni kaum kelas atas dengan harga properti yang mencapai jutaan dolar.
" Saya dapat katakan bahwa pemisahan permukiman di Cape Town sangat memilukan," kata Miller.
Miller mengatakan bahwa pemisahan itu seperti neraka perkotaan. Ada penyakit, ada kejahatan, ada pengangguran, ada kemarahan, dan ada keputusasaan.

" Sementara yang satunya terdapat semua kesenangan hidup. Ada Internet, mobil, kenyamanan, kolam renang, akses ke bank, pekerjaan, dan harapan," katanya.
Beberapa lingkungan ultra-kaya ini secara fisik dipisahkan dari gubuk-gubuk kumuh, kadang-kadang dengan pagar listrik, pos jaga, dan bahkan dengan lahan basah.
Banyak dari lingkungan-lingkungan di Cape Town yang sengaja dibuat terpisah sejak awal.
Miller mengatakan bahwa masalah ini tidak terbatas di Cape Town saja. Hal kontras serupa juga terdapat di kota-kota Afrika Selatan lainnya mulai dari Durban hingga Johannesburg.
(Ism, Sumber: amusingplanet.com)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia