Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Dream - Puasa di bulan Ramadan telah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim. Walau ada kemudahan untuk tidak menjalankan, namun masih ada umat Muslim yang mempertahankan keyakinannya untuk berpuasa.
Seorang tentara bernama Sersan Mayor Durman salah satunya. Meskipun tengah menghadapi peperangan, dia tak pernah membatalkan puasanya.
Kisah caraka yang bertugas di Kompi A Denpur-1/Parako dalam operasi tempur di Timor Portugis 1975-1976 itu berkesan dalam ingatan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.
" Berpuluh kilogram beratnya ransel di punggung, tidak pernah membatalkan niatnya untuk terus berpuasa," tulis Luhut di akun Facebook miliknya, sepekan lalu.
Menurut Luhut, operasi dalam perang itu padahal sangat berat. Dia menggambarkan, sejak mengawali operasi ini pada 7 Desember 1975 hingga Maret 1976, sebanyak 30 tentara gugur. Serangan yang terus dilancarkan setiap hari selama lima bulan operasi juga menuntut stamina dan fokus yang tinggi.
© Dream
Tak salah jika butuh asupan makanan yang baik pula. Tetapi, Durman tetap teguh untuk berpuasa. Meski begitu, Durman tak segan membantu menyiapkan masakan untuk komandan dan kawan-kawannya.
Luhut pun dibuat penasaran dengan sikap dan keteguhan Durman. Dia pun bertanya kenapa tetap menjalankan puasa di saat kondisi seperti ini. Durman pun menjawab, “ Biar lebih dekat dengan Tuhan.”
Bertahun-tahun Luhut mengingat jawaban Durman tersebut. Saat acara reuni tahun lalu di Cijantung, Jakarta, mereka bertemu kembali. Dia berharap, Durman dapat mengisahkan keteguhan dia menjalankan jalan agama dan membela negara.
" Jika ada kesempatan, saya ingin Durman dapat menceritakan pengalamannya kepada saudara-Saudari sekalian sehingga kita dapat belajar bahwa betapa indahnya harmoni di negeri ini jika kita dapat saling menghormati," papar dia.