Masjid Jami Matraman, Petilasan Prajurit Mataram Rebut Batavia

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 24 Juni 2016 13:03
Masjid Jami Matraman, Petilasan Prajurit Mataram Rebut Batavia
Awalnya, Masjid Jami Matraman berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah melainkan juga markas pasukan Mataram Islam.

Dream - Matraman adalah nama sebuah kawasan di Jakarta. Nama Matraman disematkan lantaran kawasan ini pernah menjadi basis perjuangan prajurit Mataram Islam dalam merebut Batavia dari tangan VOC.

Di kawasan itu berdiri masjid bernama Masjid Jami Matraman. Masjid ini menyimpan sejarah panjang berdirinya Republik Indonesia.

 

Masjid Jami Matraman, Petilasan Prajurit Mataram Rebut Batavia© dream.co.id

Masjid Jami Matraman terletak di Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat dibangun pada 1820. Kala itu, fungsinya tidak hanya sebagai tempat ibadah melainkan juga markas pasukan Mataram Islam berbentuk gubuk atau mushola.

" Mushola itu dibangun oleh prajurit Mataram yang dikirim oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo yang berupaya merebut Batavia (Jakarta) dari Belanda," ujar Pengurus Masjid Jami Matraman H Samsudin saat berbincang dengan Dream, Kamis, 23 Juni 2016.

Seiring berjalannya waktu, Sultan Agung ingin mengubah musholla yang semula berupa gubuk menjadi bangunan permanen. Kemudian Sultan Agung meminta bantuan kepada keluarga Sunan Kalijaga untuk proses pembangunannya.

Masjid Jami Matraman, Petilasan Prajurit Mataram Rebut Batavia© dream.co.id

Upaya perlawanan merebut Batavia tidak berhasil. Sebagian prajurit akhirnya memutuskan untuk tinggal dan menjadi pendakwah dan masjid tersebut mulai berfungsi sebagai pusat dakwah.

Bertahun-tahun kemudian, masjid ini tidak mengalami renovasi. Baru pada 1930 Masjid Jami Matraman dibangun kembali oleh warga sekitar, diketuai oleh Nyai Patiloy, seorang arsitek asal Ambon. Bahkan tokoh perjuangan H Agus Salim pun terlibat dalam renovasi masjid tersebut.

Masjid Jami Matraman, Petilasan Prajurit Mataram Rebut Batavia© Dream

Peran Masjid Jami Matraman dalam catatan sejarah Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Masjid Jami Matraman turut menghiasi kisah sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Masjid ini menjadi saksi bisu digelarnya sholat Jumat pertama setelah Indonesia merdeka. Setelah Soekarno membacakan naskah proklamasi di kediamannya Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, ia segera menuju masjid ini bersama sejumlah tokoh untuk menjalankan sholat Jumat.

" Setelah Presiden Soekarno selesai bacakan proklamasi, langsung beliau jalan kaki ke sini. Ada juga Bung Hatta dan juga pejuang yang lain," ucap dia.

Masjid Jami Matraman, Petilasan Prajurit Mataram Rebut Batavia© Dream

Setelah merdeka, masjid tersebut mengalami renovasi pada 1955 hingga 1960. Renovasi kembali dijalankan pada 1977.

Kini, Masjid Jami Matraman berdiri kokoh. Bangunannya terlihat sangat indah dan mewah, dengan tiga lantai yang berfungsi sebagai tempat ibadah dan pendidikan. (Ism) 

Beri Komentar