Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Salju (www.inhabitat.com/pink)
Dream - Salju pink. Alju semangka. Itulah yang digunakan oleh banyak orang untuk menyebut salju berwarna pink di Benua Artik. Banyak orang terpesona dengan keunikan dan keindahan salju ini.
Tapi sebenarnya, di balik keindahan itu ada bahanya mengerikan. Warna pink atau merah pada salju itu bukanlah sirup atau pewarna makanan. Warna pink dan merah menandakan adanya agla pada salju tersebut.
Dan inilah bahayanya. Berdasarkan laporan penelitian yang dipublikasikan Rabu pekan kemarin di jurnal Nature Communications, berkembangnya alga pada salju menyebabkan percepatan pencairan es.
Kabar yang lebih buruk lagi, alga ini bisa mencairkan es di sekitar Kutub Utara lebih cepat daripada yang diakibatkan oleh perubahan iklim.
Menurut studi para ilmuwan, warna pink ini mengurangi kemampuan salju untuk memantulkan panas, dan cenderung menyerap panas ---seperti pada kain putih yang cenderung memantulkan panas dan kain hitam yang menyerap lebih banyak panas.
Selama 100 hari musim cair, penelitian itu menemukan bahwa kemampuan salju yang dipengaruhi ganggang merah untuk memantulkan cahaya atau panas 13 persen lebih rendah daripada salju putih.
Jadi, semakin banyak ganggang merah pada salju, semakin berkurang kemampuannya untuk memantulkan panas. Itu artinya pencairan es semakin cepat. (Sumber: Huffington Post)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

