6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Para Penumpang Di Bandara Ataturk Berlarian Setelah Serangan Terjadi (bbc.co.uk)
Dream - Serangan bom kembali terjadi di Turki. Kali ini serangan tersebut dilancarkan di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki pada Selasa malam waktu setempat.
Serangan ini menewaskan 36 orang dan melukai lebih dari 140 orang, ujar para pejabat. Insiden diketahui dilancarkan oleh tiga orang pelaku.
Tiga penyerang memulai tembakan di dekat akses masuk ke bandara. Mereka kemudian meledakkan diri setelah polisi menembak mereka.
Perdana Menteri Binali Yildirim menuding kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berada di balik serangan tersebut.
Serangan bom yang belakangan terjadi dikaitkan dengan kelompok gerilyawan Kurdi atau ISIS. Serangan yang terjadi semalam tampak seperti sebuah rencana besar.
Bandara Ataturk telah lama menjadi sasaran sejumlah serangan. Meski dilengkapi mesin pemindai, bandara ini memiliki petugas pemeriksa keamaan yang sangat terbatas.
Presiden Turki Recep Tayib Erdogan mengatakan serangan itu harus menjadi titik balik global melawan kelompok militan.
" Bom yang meledak di Istanbul hari ini dapat saja terjadi di tiap bandara di tiap kota di seluruh dunia," kata Erdogan.
Amerika Serikat menyebut serangan ini keji. Mereka meyakinkan tetap akan mendukung Turki.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan, " Kami turut berduka, kami berdiri bersama Turki."
Beberapa saat setelah serangan terjadi, PM Yildirim menggelar konferensi pers. Dia mengatakan sedikitnya terdapat 36 korban yang tewas dalam serangan tersebut.
Dia juga menyebutkan tampaknya beberapa korban merupakan warga negara asing.
Insiden serangan ini sempat terekam CCTV yang kemudian tersebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut menunjukkan adegan polisi menembak seorang pelaku hingga terjatuh, lalu pelaku meledakkan diri dengan mengaktifkan bom di tubuhnya.
Akibat serangan tersebut, penerbangan dari dan menuju bandara tersebut terpaksa dihentikan. Administrasi Penerbangan Federal AS malah membatalkan semua jadwal penerbangan dengan Turki.
Para korban kemudian dievakusi menggunakan taksi menuju rumah sakit terdekat.
Sumber: bbc.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
