Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
(Foto: KLY)
Dream - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa'adi berharap gerakan massa menolak hasil Pemilu 2019 takkan terulang lagi di jalan. Harapan itu mencuat setelah tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengajukan gugatan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).
" Saya kira ini merupakan pilihan yang sangat bijak dari pihak paslon 02 dan perlu kita apresiasi langkah-langkah hukum itu, sehingga sedikit banyak bisa mengalihkan konsentrasi massa dari jalan ke arah persidangan," ujar Zainut, Senin, 27 Mei 2019.
Zainut mengatakan, saat ini tahapan pemilu telah masuk ke fase yang menentukan. Mekanisme melalui jalur hukum MK, merupakan upaya terakhir gugatan Pemilu.
Dia meminta masyarakat Indonesia untuk sama-sama mengawal proses persidangan, tanpa melakukan tekanan atau intervensi apapun terhadap hakim MK.
Sementara itu, kata dia, para tokoh, elit partai hendaknya tidak lagi memberikan narasi yang bisa menimbulkan kemarahan dan memanaskan suasana di masyarakat.
" Kita coba bangun narasi yang lebih menyejukkan, yang semangatnya rekonsiliatif sehingga bangsa kita ini persaudaraannya tetap terjaga," ujar dia.
Zainut menyebut, hendaknya semua pihak mempercayai apa yang nantinya diputuskan hakim MK. Sebab, para hakim memiliki prinsip profesional, jujur, adil, transparan dan independen.
" Anggota hakim MK itu kan dipilih oleh orang-orang yang memang sangat terhormat dan juga memiliki sikap kenegarawanan," kata dia.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan