Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers MUI Terkait Fenomena Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan akan segera mengeluarkan fatwa sesat atas praktik Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Fatwa tersebut akan keluar usai rapat tertutup membahas hasil temuan MUI Jawa Timur dan MUI Probolinggo.
" Dari laporan itu, MUI secara lengkap akan membuat fatwa," kata Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin, di gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa, 4 Oktober 2016.
Meski baru akan disusun fatwanya, Ma'ruf memastikan aktivitas yang dilakukan Dimas Kanjeng di padepokannya termasuk tindak kesesatan bagi dari segi akidah maupun ajaran.
© Dream
Menurut Ma'ruf, kesesatan ajaran Dimas Kanjeng terletak pada penisbahan atau mendeklarasikan diri sebagai tokoh yang 'kun fa yakun'. Artinya, melambangkan diri dengan sifat Tuhan bahkan mengaku sebagai 'Tuhan'.
" Temuan ini akan ditindaklanjuti oleh Komisi Fatwa MUI dan Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat," kata dia.
Selain fatwa, MUI juga mendesak pemerintah untuk menutup dan mengusut kasus kriminal padepokan Dimas Kanjeng hingga tuntas. MUI menduga ada banyak pihak yang terlibat dalam kriminalitas padepokan itu.
© Dream
" MUI Pusat mendesak pemerintah membongkar jaringan padepokan yang luas, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga Jawa Barat dan Sulawesi. Sebab, tidak mustahil ada aktor intelektual di dalamnya," kata dia.
Untuk para korban padepokan Dimas Kanjeng, MUI Pusat berharap pemerintah merehabilitasi pemikiran serta aspek ekonomi para anggota padepokan tersebut.
" Karena banyak dari anggota yang aspek ekonominya terpuruk. Sebab, mereka juga bagian dari bangsa kita," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya