Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Polisi telah mendalami kasus mutilasi anak yang dilakukan oleh M di Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Dari pemeriksaan sementara, polisi menyimpulkan M mengalami kelainan kejiwaan.
“ Mutilasi sudah kita dalami, ada kelainan jiwa dia,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan, dikantornya, Jakarta, Selasa 4 Oktober 2016.
Menurut Iriawan, M mengidap kelainan jiwa karena mempelajari ilmu tertentu. M, tambah dia, mendapat bisikan gaib agar membunuh anaknya apabila ingin menyempurnakan ilmunya.
" Dia menuntut ilmu tertentu yang mungkin dia tidak bisa menghadapi itu, sehingga ada bisikan-bisikan dari yang dia dengarkan, apabila ilmunya bisa sempurna dia harus mengorbankan anaknya," ucap Iriawan.
Selain itu, Iriawan menambahkan, M telah mempelajari ilmu itu selama hampir dua tahun. “ Sudah hampir dua tahun,” ujar dia.
© Dream
Iriawan mengatakan, Aiptu DS –suami M– menyebutkan selama dua tahun belakangan istrinya sering mengajak cek-cok. Kebanyakan didasari persoalan sederhana.
“ Memang suaminya sering juga diajak untuk berantem dengan yang bersangkutan, itu yang kami sayangkan kenapa bisa terjadi. Yang jelas hasil pemeriksaan yang kami lakukan demikian,” kata dia.
© Dream
Polisi, kata Iriawan, akan terus mendalami kondisi kejiwaan M untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
“ Nanti kami dalami betul, apa dia betul gila atau memang halusinasi saja. Ya, kalau itu (halusinasi) harus dipertanggungjawabkan, tapi kalau kejiwaannya terganggu ya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia.
“ Tapi kalau hanya bisikan saja kemudian dia bisa beraktivitas seperti biasa, itu kita pertanggungjawabkan perbuatannya,” tambah Iriawan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya