Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi (Huffingtonpost)
Dream - Atas nama sekularisme, seorang wali kota di selatan Perancis memaksa murid-murid sebuah sekolah dasar di wilayah itu untuk mengkonsumi daging babi.
Mulai 1 Januari 2015 mendatang, murid-murid sekolah dasar di kota kecil Sargé-lès-Le Mans di wilayah administratif Sarthe tidak akan diberi pilihan menu daging selain daging babi.
Keputusan tersebut akan berdampak pada 15 murid muslim di sekolah tersebut. Selain Islam, Yahudi juga melarang umatnya untuk makan daging babi.
Wali Kota Marcel Mortreau mengatakan keputusannya itu berlandaskan pada prinsip-prinsip kenetralan Republik Perancis.
" Kami tidak perlu menyediakan daging lain karena alasan agama. Ini tentang prinsip-prinsip sekularisme," kata Mortreau kepada radio Europe1, Sabtu 13 Desember 2014.
Dewan Kota mendukung keputusan Mortreau. Mereka berdalih perusahaan penyedia makanan sekolah mengeluhkan beban kerja tambahan ketika harus menyediakan daging lainnya, selain daging babi yang sudah ada dalam menu.
Wali kota langsung menanggapi keluhan perusahaan tersebut meskipun menyediakan pilihan daging kedua tidak ada biaya tambahan, menurut radio France Bleu.
Orangtua dan murid muslim bereaksi keras atas keputusan Mortreau. " Daging dibutuhkan tubuh untuk bekerja dan berpikir. Aku butuh daging, itu penting," kata seorang murid bernama Tarik.
Ibunya, Yasmine, menimpali. " Sulit dimengerti saat menyuruh anak makan lebih sedikit karena ada daging babi di dalamnya. Itu seperti diskriminasi."
" Dan mereka akan berkata 'jika kamu tidak suka, kamu boleh bawa anakmu pulang'. Itu sangat menyakitkan," tambah Yasmine.
Isu daging ini bukan yang pertama terjadi di Perancis. Pada April lalu, ketua partai sayap kanan Front Nasional (FN), Marine Le Pen, mengatakan sekolah-sekolah di kota-kota yang dikuasai partainya tidak akan menyediakan daging alternatif selain daging babi.
" Kami tidak akan memenuhi permintaan agama apapun soal menu di sekolah," kata Le Pen kepada radio RTL. " Tidak ada alasan bagi agama masuk ke ranah publik."
(Sumber: thelocal.fr)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya