Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wisatawan Arab (sumber: Http://www.dubaichronicle.com/)
Dream - Dubai menjadi tujuan paling favorit pelancong Arab Saudi dalam menghabiskan liburan pendek seperti Idul Adha dan musim haji. Turki, Malaysia dan beberapa negara Eropa juga menjadi kota tujuan wisata kedua yang dipilih warga Saudi.
Salah satu kota kosmopolitan di Uni Emirat Arab ini dianggap memiliki sejumlah atraksi seperti pusat perbelanjaan dan hiburan kota. Faktor perselisihan politik di antara negara-negara tetangga Arab juga memicu pelacong Saudi untuk mengunjungi Dubai.
Tingginya popularitas sekaligus meningkatnya permintaan ini membuat tarif kamar hotel Dubai kini meroket. Bahkan secara bertahap menjadi lebih mahal daripada negara-negara Eropa dan Asia Timur.
Adel Shaheen, ketua agen perjalanan dan wisata Saudi seperti dikutip Arabnews, Selasa, 9 September 2014, mengatakan banyak hotel di Dubai menawarkan kamar dengan tarif paling rendah 1.500 riyal per minggu. Relatif murahnya tarif tersebut menarik banyak penduduk dan ekspatriat di Saudi untuk menghabiskan liburan singkatnya di Dubai.
" Namun, ada hotel lainnya di Dubai yang memiliki tarif kamar di kisaran 2.000 riyal hingga 5.000 riyal per malam. Dan harga ini dianggap tertinggi di seluruh dunia, lebih mahal dari hotel-hotel mewah di Eropa dan Amerika," tambahnya.
Nasser Al-Tayyar, presiden biro perjalanan Al-Tayyar mengungkapkan beberapa warga Saudi memang lebih suka menghabiskan Idul Adha dengan keluarga dan kerabatnya di rumah. Namun sebagian lainnya memilih untuk melakukan haji tahun ini.
Selain Dubai, stabilitas politik di Mesir yang berangsur membaik juga menarik minat banyak pelacong Saudi untuk menghabiskan liburannya di negeri ini. Sebelumnya, Saudi dan wisatawan dari negara-negara lain telah menjauhi Mesir karena kerusuhan politik yang berimbas buruk pada sektor pariwisata mereka.
" Penerbangan dari Saudi ke Mesir memiliki harga yang wajar dan ini diharapkan dapat meningkat menyusul masuknya wisatawan Saudi ke Tanah Firaun yang sudah menikmati reputasi yang baik sebagai daerah tujuan wisata penting karena budaya dan warisan yang kaya," katanya.
Saudi diperkirakan menghabiskan SR40 miliar setiap tahun untuk liburan di luar negeri. Jumlah pelacong Saudi yang mengunjungi negara-negara asing kira-kira berada pada kisaran 12 juta pengunjung, menurut media lokal. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya