Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (worldbulletin.net)
Dream - Muslim di Skotlandia dipercaya jadi target kecurigaan pihak keamanan saat berada di bandar udara. Pihak keamanan bandara umumnya mencurigai kebanyakan muslim karena terkait dengan jaringan teroris.
Kesimpulan itu didapat setelah beberapa peneliti dari Durham University, Skotlandia melakukan riset di beberapa bandara besar seperti Glasgow dan Edinburgh dengan fokus imigran Muslim dan warga Skotlandia yang beragama muslim. Keadaan ini merusak nama Skotlandia yang dikenal toleran, ramah, dan inklusif bagi semua golongan.
Menurut peneliti dari Universitas Durham, Stefano Bonino, tidak hanya muslim saja yang dijadikan target operasi di bandara. Beberapa orang yang berbusana seperti muslim juga ikut diperiksa. Menurutnya, tindakan ini menunjukkan kekhawatiran berlebihan pihak imigrasi dan petugas keamanan bandara.
" Ini menjadi keprihatinan bagi muslim Skotlandia. Mereka harus sering menghadapi interogasi dari petugas keamanan," katanya.
Bonino menambahkan di bawah UU Terorisme tahun 2000, pihak keamanan seringkali membenarkan tindakan memeriksa orang-orang dengan penampilan seperti muslim. " Pengecekan di bandara terhadap muslim Skotlandia menjadi seolah-olah normal," katanya.
Bonino bahkan menerima beberapa pengakuan mengejutkan dari beberapa orang muslim. Mereka, kata Bonino, terkadang mendapat perlakuan kasar dari pihak keamanan.
" Beberapa responden yang saya temui mengaku dirinya atau kerabatnya menjadi sasaran pemeriksaan itu. Mereka bahkan ditanyai etnis dan agamanya," katanya.
Tetapi, pemeriksaan itu dibantah oleh juru bicara pemerintahan Edinburgh. Pemeriksaan itu untuk memastikan untuk keamanan seluruh penumpang pesawat.
" Petugas keamanan hanya memastikan semua mendapatkan perlakuan hormat dan keamanan. Imam dan pemimpin muslim lokal juga telah mengetahui ini. Dan kita membuka dialog dengan mereka," katanya.
Hasil penelitian itu dipublikasikan dengan judul " Visible Muslimness in Scotland: Between Discrimination and Integration" (Wajah Muslim di Skotlandia: Antara Diskriminasi dan Integrasi).
Di Skotlandia, penduduk muslim tercatat mencapai 100.000 orang. Jumlah ini berada 1,7 persen dari total penduduk negara itu.
Sumber: Worldbulletin.net
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya