Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Aminur Dan Ben (http://www.asianexpress.co.uk/)
Dream - Aminur Chowdhury. Demikian nama muslim Inggris ini. Bulan lalu, dia memberikan contoh luar biasa. Pria yang tinggal di Bradford ini membalas perlakuan rasis dengan sebuah kebaikan.
Seperti dikutip Dream dari The Independent, Sabtu 7 Juni 2014, Aminur telah mendapat perlakuan rasis dari Ben Gallon. Peristiwa itu terjadi di luar kedai di Claremont pada 14 Mei silam. Tak dijelaskan apa perlakuan rasis itu. Sebab, memang tak elok dituliskan.
Yang jelas, Aminur tak mengambil jalan kekerasan. Pria tiga puluh tahun ini menghampiri Ben. Dia mengajak Ben berbincang. " Saya menghentikan langkah dan berbincang dengannya selama lima belas menit," tutur Aminur.
Dari perbincangan itu, tahulah Aminur jika Ben seorang pengangguran. Ben juga tak punya rumah. Setelah perbincangan itu, melangkahlah Aminur menuju rumah.
Keesokan harinya, Aminur kembali ke tempat itu. Dia ingin menemui Ben. Karena punya sesuatu untuk tunawisma berusia dua puluh tujuh tahun.
Dan kabar yang dibawa Aminur itu memang sedang dibutuhkan Ben. Aminur menawarinya pekerjaan. Tak hanya itu, Aminur juga membantunya mencari apartemen sebagai tempat tinggal. " Ben bukan kawan yang jelek," ujar dia.
Ben yang tak punya tempat tinggal sejak Maret menyambut gembira bantuan Aminur itu. " Saya mendapat pelajaran. Apa yang saya katakan benar-benar di luar karakter saya. Tidak ada pembenaran bagi saya menggunakan kata-kata itu," sesal Ben.
Ben pun meminta maaf kepada Aminur atas perlakuan yang dia lakukan. " Terima kasih untuk dia karena telah memaafkan saya, saya menyesalinya. Sesuatu yang positif telah terjadi," kata Ben.
Aminur pun berharap, toleransi antaretnis tercipta di Bradford. " Ini contoh yang baik untuk mengajari orang-orang Asia di Bradford bagaimana menghadapi rasisme. Semakin Anda menunjukkan kasih sayang, mereka akan menyenangi Anda," ujar Aminur. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam