Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Jayne Kemp Saat Bertugas (Onislam)
Dream - Gara-gara membantu korban kekerasan dalam rumah tangga, seorang polisi wanita Inggris memeluk Islam.
Polisi wanita bernama Jayne Kemp itu menceritakan awal mula dia memeluk Islam. Saat itu dia sedang bertugas dan didatangi seorang wanita korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Eccles, Salford.
Karena di daerah tempat kerjanya ada masjid besar dan banyak orang muslimnya, Jayne mulai berbicara dengan mereka melalui sosial media Twitter.
Saat itu dia tidak sedang bermaksud untuk pindah agama. Namun setiap kali bertanya, jawaban teman muslimnya semakin membuat ia penasaran akan Islam. " Saya pikir saya jatuh cinta dengan Islam," ujarnya.
Jayne mengucapkan syahadat pada April 2013 dan berencana mengubah namanya menjadi Aminah. Ibu dua anak yang kini memakai hijab saat bertugas sempat mengingat cerita yang menyebutkan bahwa Islam adalah agama yang suka menyiksa wanita.
" Saat itu saya berpikir Islam memaksa semua wanita bekerja di dapur," kata dia. " Tapi ternyata Islam mengajarkan wanita untuk sabar, mengatur waktu dengan baik dan menghormati orang lain."
Islam, menurut Jayne, juga mengajarkan nilai-nilai seperti selalu berbuat baik dengan tetangga dan menghargai orang tua yang menganggap hal itu sudah tidak ada lagi pada anak-anak muda zaman sekarang.
Jayne bersyukur keputusannya untuk masuk Islam dapat diterima oleh rekan-rekannya dan keluarga. Awalnya, dia sangat khawatir dengan keputusannya, namun akhirnya merasa lega setelah keluarga dan orang-orang di sekitarnya mendukungnya.
Jayne bisa mempelajari Islam dengan tenang. Adiknya bahkan mengatakan Jayne tidak sebahagia seperti sekarang. Kendati demikian, Jayne tidak akan memaksakan agama barunya itu kepada kedua anaknya.
Jayne mengatakan, mereka sering bertanya mengapa ibunya menutupi rambut dengan kerudung. Meskipun menjelaskan alasannya, Jayne tidak akan mendorong mereka untuk mempelajari Islam. Kedua anaknya tetap mendapat pendidikan Katolik.
Selama proses belajar, Jayne mendapat bimbingan dari Muhammad Manzoor yang berdakwah Islam melalui akun Twitter lokal masjid dari rumahnya di Whalley Range. " Saya merasa tersanjung Jayne meminta saya menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Islam," kata Manzoor.
Jayne berharap bahwa kembalinya dia ke Islam akan membantu menjernihkan kesalahpahaman tentang Muslim dan agama mereka. " Saya hanya ingin menunjukkan bahwa tidak masalah bagi wanita muslim bekerja di kepolisian. Itu juga untuk mengubah stereotip negatif tentang Islam," katanya.
Diketahui, Inggris merupakan negara dengan komunitas muslim hampir 2,5 juta orang.
(Ism, Sumber: Onislam.net, The Sun.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam