Nama Tersangka Pembunuh Mirna Ternyata...

Reporter : Kusmiyati
Selasa, 26 Januari 2016 16:45
Nama Tersangka Pembunuh Mirna Ternyata...
Polisi dan Jaksa sedang diskusi mengenai alat bukti. Mereka akan melihat sejauh mana penyidikan polisi mengenai kasus itu.

Dream - Polda Metro Jaya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Senin, 25 Januari 2016.

Meski begitu, dalam SPDP yang dikirimkan kepolisian tidak tercantum nama tersangka kasus Mirna.

Informasi tersebut di ungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Sudung Situmorang. Dalam pernyataannya, Sudung menegaskan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta belum mendapat nama tersangka pembunuh Mirna.

" Saya sudah cek di SPDP belum ada nama tersangkanya," kata Sudung di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, hari ini.

Menurut dia, kedatangan polisi untuk berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) perihal alat bukti. Sudung menambahkan, selain berdiskusi mengenai alat bukti, JPU juga akan melihat sejauh mana penyidikan polisi mengenai kasus itu.

" Hari ini kawan-kawan penyidik sedang berunding dengan JPU-nya. Alat bukti belum kami terima. Kami akan menunggu perkembangannya seperti apa, karena penyidikan tidak ada batas tenggat waktunya," ujar dia.

Sebelumnya, tim penyidik Polda Metro Jaya yang berjumlah tujuh orang, dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Krishna Murti datang ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada pukul 10.30 WIB. Kedatangan mereka untuk menyerahkan berkas acara pemeriksaan, bukti-bukti, dan keterangan saksi ahli.

Krishna enggan berkomentar lebih jauh mengenai keterangan apa yang akan dipaparkan kepada JPU.

" Maaf ya. Saya masuk dulu. Saya sudah terlambat," kata Krisha berlalu.

1 dari 7 halaman

Tersangka Pembunuh Mirna Ketakutan, Sulit Mengelak

Dream - Polda Metro Jaya terus menggali fakta untuk mengungkap kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Meski telah cukup mendapatkan empat alat bukti, polisi masih enggan meningkatkan kasus penyelidikan kasus Mirna menjadi penetapan tersangka.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, penyidik masih berhati-hati untuk menetapkan tersangka. Kehati-hatian ini, kata dia, karena terus mengumpulkan analisa dari saksi-saksi ahli.

" Kami harus hati-hati. Sebab, keterangan kami itu nanti bisa jadi senjata pelaku untuk melawan," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Senin kemarin.

Krishna menambahkan, pengungkapan kasus kematian ini memerlukan penanganan yang berbeda. Sebab, dari data yang didapatkannya, hanya 10 persen pelaku yang mengakui meracuni korbannya.

" Dari 300 kasus racun di dunia, 90 persen pelakunya tidak mengaku. Maka, polisinya harus lebih pintar dari pelakunya," ucap dia.

Untuk memperkuat penetapan tersangka, penyidik akan memantapkan keterangan delapan hingga sembilan keterangan ahli. Upaya ini dilakukan, agar dakwaan yang diajukan tidak terbantahkan di pengadilan.

" Kemungkinan ada delapan hingga sembilan keterangan ahli. Segala metodologi penyelidikan kami kuatkan untuk menjerat pelaku agar tidak terbantahkan saat di pengadilan," kata dia. (Ism)

2 dari 7 halaman

Hasil Tes Forensik Ungkap Pembunuh Mirna

Dream - Kepolisian Polda Metro Jaya bersiap melakukan ekspose kasus Mirna ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, kepastian itu didapat setelah hasil tes Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri telah selesai.

" Alhamdulillah, hasil Puslabfor sudah ditanda tangani dan sekarang dalam perjalanan ke Polda Metro Jaya. Saya akan baca hasil Puslabfor, setelah itu saya akan gelar persiapan ekspose ke Kejaksaan Tinggi," kata Krishna, Senin 25 Januari 2016.

Menurut Krishna, penyidik kini telah mengantongi beberapa alat bukti dan keterangan saksi ahli. Dia menambahkan, keterangan alat bukti dan saksi ahli itu akan menjadi modal untuk membawa kasus kematian Wayan Mirna Salihin ke pengadilan.

" Keterangan terdakwa dalam pembuktian 148 KUHAP atau hal penyidikan keterangan tersangka itu bisa diabaikan. Kami menggunakan teori conditio sine qua non yang umum dipakai dalam hukum pidana," ujar dia menjelaskan.

Penyidik telah memiliki alat bukti konstruksi peristiwa. Sehingga, ia yakin mengenai penetapan tersangka kasus Mirna.

" Namun kami harus ekspose dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum). Kami akan tunjukkan satu petunjuk atau barang bukti yang signifikan. Nantinya akan diuji dan petunjuk apa yang disarankan jaksa. Setelah itu kami akan melakukan gelar perkara," kata dia.

3 dari 7 halaman

Polisi Kantongi Bukti Kuat Kematian Mirna

Dream - Penyidik Polda Metro Jaya sudah mengumpulkan semua bukti yang terkait dengan kematian Wayan Mirna Salihin.

" Semua alat bukti yang kami cari, saat ini sudah dikumpulkan dan sudah kami dapat," kata Kepala Humas Polda Metro Jaya , Komisaris Besar Polisi, Mohammad Iqbal.

Dijelaskan Iqbal  penyidik juga telah melakukan gelar perkara yang melibatkan para ahli mulai dari psikolog, puslabfor dan lainnya.

" Semuanya sudah tuntas. Saat ini kami tinggal menunggu rekomendasi surat secara resmi. Itu diperlukan untuk penyidik melangkah maju," ujarnya.

Hari ini, kata dia, penyidik akan berkoordinasi dengan Kejaksaan yang kemudian diharapkan bisa diekspose.

" Bagaimana hasil ekspose itu mudah-mudahan penyidik sudah bisa melangkah menetapkan siapa tersangkanya," ujar dia.

Iqbal menuturkan, penyidik tidak ingin menggiring opini siapa pelaku dalam kasus ini. Oleh karena itu akan diuji terlebih dahulu semuanya di Kejaksaan. " Sehingga dalam tahap persidangan nanti tidak ada lagi bantahan" .

Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Yudi Wibowo menegaskan, kliennya tidak terlibat dalam kasus kematian Mirna. " Jessica tidak mungkin melakukan hal itu. Kita menyerahkan semuanya ke penyidik untuk bisa mengungkap siapa pelakunya."

Diketahui, Wayan Mirna Salihin tewas usai minum es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, 6 Januari lalu. Dalam kopi Mirna ditemukan racun sianida seberat tiga gram. (Ism) 

4 dari 7 halaman

Hani Ketakutan

Dream - Hani, saksi kunci kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin, telah diperiksa kembali oleh penyidi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Senin malam kemarin.

Hani yang ditemani kawan perempuannya berbaju putih masih bungkam perihal pemeriksaan yang dilakukan kepadanya. Hani terus menutupi wajahnya. Ia memilih bungkam dan menghindar dari awak media.

Menurut keterangan Direskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Krishna Murti, Hani dipanggil untuk menggali keterangan tambahan. Sebab, Hani lupa dengan beberapa peristiwa tewasnya Mirna karena panik.

" Untuk mengingatkan, kami tunjukkan beberapa rekaman CCTV. Dengan rekaman itu, dapat membantu mengingatkan yang bersangkutan ada," kata Krishna.

Menurut Krishna, keterangan tambahan yang diberikan Hani sangat berguna bagi penyidik. Dia menegaskan, keterangan Hani sangat berguna untuk mengembangkan penyelidikan polisi.

" Tambahan satu, dua, tiga keterangan saja bagi kami signifikan. Ini kan ada keadaan yang terkondisikan," ujar dia.

Dengan tambahan keterangan Hani, polisi mengaku memiliki cukup bukti untuk membawa kasus Mirna untuk diekspose ke Kejaksaan Tinggi, Selasa, 26 Januari 2016. Meski begitu, Krishna enggan memberikan kepastian keterangan apa saja yang dipaparkan Hani.

" Hani itu manis karena artinya madu," kata Krishna berseloroh sembari berlalu. (Ism) 

5 dari 7 halaman

Setelah Lakukan Ini, Tersangka Pembunuh Mirna Ditetapkan

Dream - Polda Metro Jaya akan menggelar ekspose dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Selasa 26 Januari 2015.

Jika hasil ekspose itu diterima jaksa, maka polisi rencananya akan segera menetapkan status tersangka pembunuh Mirna.

Menurut keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, hasil ekspose ini menentukan gambaran hukum antara penyidik dengan JPU.

" Jika JPU (Jaksa Penuntut Umum) mengatakan cukup, maka segera akan ada penetapan tersangka," kata Krishna.

Penyidik memiliki bukti kuat untuk menetapkan tersangka. Ia yakin dengan alat bukti yang sudah didapat. Meski begitu, saran dari JPU sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran kasus ini.

" Insya Allah bukti yang kami berikan cukup kuat, tapi kami harus tunjukkan kepada JPU agar dapat sependapat," ujar dia.

Kepastian mengenai penetapan tersangka kasus terbunuhnya Mirna juga diperoleh dari keluarnya hasil resmi Pusat Labiratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, Senin, 25 Janiaro 2016. Hasil tes itu juga akan dipadukan dengan keterangan sembilan saksi ahli.

" Hari ini kami mulai pengembangan kasus secara cepat setelah hasil Puslabfor keluar. Hasil analisis psikologi forensik juga telah kami terima. Tapi, kami akan mantapkan jadi delapan atau sembilan keterangan ahli," ucap dia. (Ism) 

6 dari 7 halaman

Pengakuan Pengejutkan Pembantu Jessica

Dream - Asisten rumah tangga Jessica Kumala, SR, kini menjadi saksi kunci dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. SR yang diminta membuang celana robek milik Jessica kini diamankan keberadaannya.

" Salah satu saksi, kami sudah jadikan saksi kunci. Semalam kami tempatkan di tempat yang aman," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Polisi, Krishna Murti, Jumat, 22 Januari 2016.

Meski begitu Krishna enggan membeberkan secara rinci informasi apa saja yang didapatkan polisi terkait pengamanan SR.

" Itu bahan penyelidikan Polisi," ujar dia.

Berdasarkan informasi yang berkembang, polisi terus mencari tahu keberadaan celana robek milik Jessica tersebut.

Diduga, celana tersebut menjadi tempat untuk menyimpan sianida sebelum akhirnya dicampurkan ke kopi yang diminum Mirna. Tetapi, Krishna lagi-lagi membantah informasi itu.

" Siapa yang bilang celana tempat naruh sianida? Ini anda bertanya dari opininya pengamat," ucap dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Kamis, 21 Januari 2016 lalu, polisi sempat menggali keterangan SR. Dari keterangannya terungkap jika SR diperintah Jessica untuk membuang celana robek milik majikannya itu.

" Dia (SR) diperintah untuk membuang celana. Terus kata pengacaranya (Yudi) itu penyebabnya sobek," kata dia.

" Tapi kami kan belum tau, belum ketemu celananya. Tetapi fakta, dia buang celana setelah kejadian," ujar Krishna menambahkan. (Ism) 

7 dari 7 halaman

Reaksi Suami Mirna Saat Ditanya Soal Jessica dan Hani

Dream - Polisi sudah meminta keterangan suami, orangtua dan keluarga Wayan Mirna Salihin. Usai diperiksa, sang suami, Arief Sumarko dan kembaran Mirna, Sendy memilih untuk tidak komentar.

Arif dan Sendy enggan berkomentar soal pemeriksaan polisi. Keduanya kompak menjawab dengan senyuman saat ditanya apakah mengenal dua sahabat Mirna, Jessica dan Mirna.

" Saya tidak mau komentar. Itu biar polisi saja," kata Arief bergegas pergi meninggalkan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis kemarin.

Ayah Mirna, Darmawan Salihin yang juga diminta keterangan mengaku tak memiliki firasat mengenai meninggalnya Mirna. Dia pun enggan menduga-duga siapa pelaku dibalik meninggalnya perempuan lulusan Billy Blue College, Sidney, Australia itu.

" Kalau feeling-feeling nanti salah lagi," kata dia.

Harapan dia sekeluarga kini hanya satu, yaitu polisi dapat menuntaskan kasus ini dengan sebaik-baiknya.

" Intinya kasus ini harus dibongkar karena kalau tidak dibongkar bisa dibayangkan kalau Anda semua kena sianida gimana?" ujar dia.

Beri Komentar