NASA: Kabut Asap 2015 Bisa Jadi yang Terparah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 6 Oktober 2015 11:30
NASA: Kabut Asap 2015 Bisa Jadi yang Terparah
NASA khawatir musim kering panjang akan membuat kebakaran hutan terus berlangsung.

Dream - Kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan yang mengakibatkan kabut asap di Indonesia hingga menjalar ke Malaysia dan Singapura tak bisa lagi dianggap remeh.

Jika ramalan cuaca adanya musim kering panjang benar-benar terjadi, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan peristiwa kebakaran hutan dan asap tahun 2015 akan menjadi rekor terparah sepanjang sejarah.

Berkaca dari kejadian tahun 1997 ketika kebakaran hutan terjadi luas, para ilmuwan NASA memperkirakan total kerugian lingkungan akibat bencana ini bisa mencapai angka US$ 9 miliar atau Rp 129 miliar.

NASA: Kabut Asap 2015 Bisa Jadi yang Terparah© http://earthobservatory.nasa.gov/

" Kondisi di Singapura dan selatan timur Sumatera terlacak lebih berat dibandingkan tahun 1997," kata ilmuwan dari Columbia University, Robert Field saat menyampaikan pertemuan NASA Goddard Institute for Space Studies.

" Jika ramalan lamanya musim kering terus bertahan, tahun 2015 bakal tercatat sebagai peristiwa paling serius dalam sejarah," ujar Field mengutip laman myexpress.com.au, Selasa, 6 Oktober 2015.

Asap yang berasal dari pembakaran hutan tahun ini telah menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan, sekolah diliburkan, dan sekitar 10 ribu orang dikhawatirkan mengalami masalah pernapasan.

Indonesia sendiri sudah menerima sejumlah kritikan dari negara tetangga terkait upayanya mengatasi pembakaran lahan.

Pemerintah sendiri sudah menerjunkan 20 ribu orang untuk memadamkan api baik lewan bom air maupun hujan buatan.

Data Emisi Kebakaran Global dari NASA memperkirakan 600 juta gas rumah kaca telah mengepul di langit bumi sepanjang tahun ini. Jumlah itu sama dengan produk Jerman sepanjang tahun.

Beri Komentar