Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perempuan Tionghoa Ditangkap Karena Meludah Di Bus (Foto: Asia One)
Dream - Seorang perempuan Tionghoa ditangkap polisi Bangkok, Thailand, karena meludah berulang kali, pada Kamis, 19 Maret 2020. Perempuan itu menaiki bus Bangkok ke Saraburi.
Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana mempublikasikan gambar para petugas dalam pakaian pelindung yang lengkap, menangkap wanita itu setelah menanggapi keluhan di media sosial mengenai seorang perempuan Tionghoa yang meludah di transportasi umum.
Asia One melaporkan, perempuan itu dilaporkan meludah di tempat yang berbeda. Kondisi menyebabkan kekhawatiran di antara penumpang lain di tengah wabah Covid-19.
Ketika bus tiba di terminal, petugas Kesehatan Masyarakat Thailand mencoba membawanya untuk menguji Covid-19. Tetapi dia menolak untuk patuh.
Dia mengatakan bahwa dia akan tinggal selama beberapa hari dan berjalan pergi.
Dia terlihat lagi di kereta ke Bangkok. Kali ini para petugas memutuskan untuk menangkapnya.
Perempuan itu menolak dan mencoba meludahi para pejabat. Mereka mendorongnya ke tanah dan menutup mulutnya.
Perempuan itu dikarantina kemarin malam dan dikirim untuk diuji Covid-19 ke Rumah Sakit Siriraj di pagi hari. Dia baru-baru ini diuji negatif Covid-19.
Dream - Aksi karantina mandiri untuk menghadapi virus corona terus bergulir. Hari ini, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan penangguhkan penerbangan domestik, bus, taksi, dan kereta api.
Dilaporkan Saudi Gazette, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan, penangguhan 14 hari itu akan dimulai pada Sabtu, 21 Maret 2020.
" Hanya penerbangan yang terkait dengan kasus-kasus kemanusiaan, pesawat evakuasi medis dan penerbangan pribadi yang akan diberikan izin yang diperlukan yang dikeluarkan oleh Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA)," kata sumber itu.
Menurut laporan itu, bus milik lembaga pemerintah atau fasilitas kesehatan publik atau swasta, dan perusahaan komersial yang mengangkut karyawan mereka, atau bus yang digunakan untuk tujuan kesehatan, kemanusiaan atau keamanan dikecualikan dari larangan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Arab Saudi telah melarang pelaksanaan sholat berjemaah dan sholat Jumat untuk menghindari penyebaran wabah corona. Kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, masjid-masjid di pelosok Arab Saudi diminta untuk menggiring jemaah sholat secara mandiri.
Dream - Kerajaan Arab Saudi memutuskan mengganti panggilan azan. Arab Saudi telah mengamandemen untuk panggilan `datanglah untuk sholat` dalam bahasa Arab, diganti dengan `berdoalah di rumah`.
Dilansir Arab News, panggilan azan itu juga dapat diterjemahkan sebagai `berdoalah di mana kamu berada`. Pernyataan itu mengatakan bahwa sholat Jumat dapat dilakukan umat Islam di rumah.
Dilaporkan Saudi Press Agency, Dua Masjid Suci di Mekah dan Madinah dibebaskan dari keputusan itu.
" Pintu masjid akan ditutup sementara, tetapi mereka akan diizinkan untuk melafalkan panggilan untuk sholat," kata dia.
Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Abdulatif Al-Sheikh mengatakan, fasilitas untuk mencuci orang mati di masjid akan tetap dibuka, namun akan dibatasi untuk beberapa orang. Berdoa atas orang mati hanya akan diizinkan di kuburan pemakaman.
Keputusan ini diumumkan Selasa, 17 Maret 2020. Arab Saudi ingin mendorong umat Islam untuk sholat di rumah untuk menghindari penyebaran virus corona.
Dream - Masjid Istiqlal tetap menggelar sholat Jumat pekan ini. Agenda tersebut sesuai dengan jadwal rutin yang selama ini dilaksanakan.
" Untuk besok, minggu ini, sampai detik ini belum ada perubahan, kami tetap melaksanakan sholat Jumat," ujar Kepala Bagian Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, dikutip dari Merdeka.com.
Abu Hurairah mengatakan pihaknya menyediakan alat pemindai suhu tubuh dan hand sanitizer. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.
Nantinya, jemaah yang datang akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk masjid. Selain itu, ada lima botol hand sanitizer disediakan di dua pintu masuk utama.
" Saat ini hanya dua dari tujuk pintu yang aktif disebabkan sedang renovasi masjid," kata dia.
Tak hanya itu, petugas akan menyemprotkan disinfektan dua sampai tiga kali dalam sepekan. Waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di Indonesia.
" Untuk penyemprotan disinfektan yang pasti kami lakukan secara berkala nanti," kata dia.
Terkait personel yang bertugas, Abu Hurairah mengatakan semua dilakukan oleh petugas dan karyawan Masjid Istiqlal. Mereka dalam rentang usia produktif antara 20-30 tahunan.
Para petugas juga akan dibekali masker dan cairan pembersih tangan. Khusus untuk petugas penghitung uang infak jemaah, diharuskan memakai masker dan sarung tangan.
Sumber: Merdeka.com/Tri Yuniwati Lestari
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya