Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ogah Makan di Warteg, Wakil Ketua DPRD DKI `Dibully`

Reporter : Kusmiyati
Kamis, 17 Desember 2015 12:02
Ogah Makan di Warteg, Wakil Ketua DPRD DKI `Dibully`
Tak ada asap bila tak ada api, para peselancar dunia maya menyindir Taufik setelah mendengar pernyataannya soal dirinya tidak mungkin makan di 'Warteg' atau warung Tegal.

Dream - Jagat media sosial diramaikan dengan sindirian-sindiran yang ditujukan untuk Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Mohammad Taufik.

Tak ada asap bila tak ada api. Para peselancar dunia maya menyindir politisi Gerindra itu setelah mendengar pernyataannya yang dinilai kontroversi. 

" Jadi kalau kita kunjungan ke luar kota, yang dimaksud jadi Rp 2 juta itu kan tadinya cuma Rp 470.000 per hari. Hitung saja, makan dua kali sehari berapa? Kan tidak mungkin kami (DPRD) makan di warung tegal (warteg)," ujar Taufik, Kamis 17 Desember 2015.

Taufiq pun habis 'dibully' netizen karena dianggap sangat tidak mewakili rakyat. " Bapak Wakil Rakyat, entah rakyat mana yang Bapak wakili, karena kami tidak bermasalah makan nasi di warung nasi," tulis akun Delila.

“ Coba bapak jadi mahasiswa lagi pak, makan di warteg itu udah alhamdulillah banget, apalagi di akhir bulan, itu sesuatu banget pak, coba rasakan apa yang aku rasain, biar kamu bisa ngertiin aku,” tutur akun Asep Kurniawan.

Tidak hanya mendapatkan sindiran dari kalimat, gambar-gambar dirinya pun banyak dijadikan meme atau sindiran bergambar.

Tagar #makandiwarung pun mewarnai media sosial, hingga kini sudah lebih dari 480 postingan dari masyarakat umum beredar di Instagram. Rata-rata netizen mengunggah foto ketika mereka makan di warung dengan menyindir wakil rakyat.

" Bapak wakil rakyat, entah rakyat mana yang Bapak wakili. Buat yang hari ini makan di warung, yuk buat #makandiwarung It'll be fun #kontradenganpernyataanwakilrakyatjakarta(DPRD)  #saveIndonesia," tulis akun Fanny. (Ism) 

1 dari 3 halaman

Ahok Segera Gratiskan TransJakarta untuk Lansia

Ahok Segera Gratiskan TransJakarta untuk Lansia © Dream

Dream - Kabar baik bagi warga lansia (lanjut usia) di DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang dikenal Ahok, akan menggratiskan mereka naik bus Transjakarta. Tapi, ada syaratnya. 

" Saya sudah minta lansia yang buka rekening Bank DKI kami gratiskan naik bus Transjakarta," kata Ahok seperti dikutip dari beritajakarta, Senin, 28 September 2015.

Dikatakan Ahok, para lansia yang memiliki uang pas-pasan harus membuka rekening‎ Bank DKI, agar bisa diberikan bantuan non tunai (non cash). Mengingat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah tak mau memberikan bantuan sosial berupa beras dan lain sebagainya.

" Nanti disunat, kami mau kirim bantuan mentah saja. Kirim uang melalui bank," ujarnya.

Selain Bank DKI, Ahok juga mengajak bank lain bekerja sama dengan Pemprov DKI memberikan layanan kepada warga yang berekonomi kurang mampu. Syaratnya, bank tersebut harus menyumbangkan armada bus melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

" Ini bantu ekonomi kita. Kalau CIMB mau ikut‎ silakan, tapi sumbang bus," ucapnya.

Menurut Ahok, jika armada bus di ibukota sudah cukup memenuhi kebutuhan, seluruh warga juga akan digratiskan naik bus TransJakarta. Namun dengan catatan, pendapatan yang didapatkan masyarakat tersebut hanya sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 2,7 juta.

‎" Kalau bus kita sudah cukup, gaji warga hanya sebesar UMP, asal buka rekening di bank, kami gratiskan naik bus," tuturnya.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan Puskesm‎as dan klinik kesehatan di pasar-pasar tradisional bagi masyarakat lansia, yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Masyarakat yang kesulitan berobat ke Puskesmas atau klinik kesehatan karena masalah transportasi, bisa dilayani di rumah lewat program Ketuk Pintu Layani dengan Hati.

" Kalau tidak bisa diantar, naik taksi mahal, telepon Puskesmas atau lapor Pak lurah. Dari sana nanti datang ke rumah. Ini namanya pelayanan Ketuk Pintu Layani dengan Hati," tandasnya.

2 dari 3 halaman

Kini Warga Jakarta Bisa Berwisata ke Kantor Pak Ahok

Kini Warga Jakarta Bisa Berwisata ke Kantor Pak Ahok © Dream

Dream - Berkunjung ke dalam kantor Gubernur DKI Jakarta kini bukan lagi sekadar mimpi. Pasalnya, sejak 12 September 2015 lalu, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama perwakilan DPRD DKI Ruddin Akbar Lubis telah meresmikan " Wisata Balai Kota" .

Dilansir dari portal resmi Provinsi DKI Jakarta, Jakarta.go.id, pembukaan Balai Kota sebagai tempat wisata didasarkan pada keinginan Ahok untuk menghabiskan waktu di teras kantor sepulang kerja.

Teras Balai Kota memang memiliki pemandangan yang indah dengan halaman luas dan pemandangan langsung menghadap ke Monas. Kemudian Ahok berpikir bahwa tidak semua warganya bisa menikmati suasana seperti di teras kantornya. Dari situlah kemudian ia memutuskan untuk membuka Balai Kota sebagai tujuan wisata.

Dalam realisasinya, Ahok ingin warga dan traveler yang datang tidak hanya menikmati pemandangan dari teras saja namun juga bisa belajar banyak mengenai berbagai hal termasuk permasalahan kota Jakarta, sejarah gedung Balai Kota, gubernur yang pernah memimpin hingga perkembangan ibukota Indonesia tersebut.

Gubernur Ahok ingin kantornya menjadi tempat 'nongkrong' baru untuk kawula muda dengan harapan mereka bisa menghabiskan waktu dengan kegiatan yang lebih positif.

Beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan saat berkunjung ke Balai Kota antara lain, mengunjungi ruang tamu gubernur, ruang rapat, duduk di pendopo, duduk di ruang tunggu, dan berfoto di ruang gubernur.

Berwisata di Balai Kota tak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis. Traveler bisa datang kapan saja pada pukul 09.00 hingga 17.00 WIB untuk menjelajahi area dalam ruangan, dan pukul 09.00 - 20.00 WIB untuk kunjungan di area luar.

3 dari 3 halaman

Ahok Minta Maaf Bicara Kotor, Aiman Jawab `Ngeyel`

Ahok Minta Maaf Bicara Kotor, Aiman Jawab `Ngeyel` © Dream

Dream - Ucapan kasar Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang sempat terlontar saat tengah siaran langsung dengan Kompas TV pada Selasa malam 17 Maret 2015, menimbulkan berbagai komentar di publik.

Ahok pun meminta maaf atas ucapannya itu melalui akun twitter resminya @basuki_btp. " Saya minta maaf kepada publik atas kejadian saat wawancara beberapa hari lalu. Saya sedang sangat kesal dengan kemunafikan,"  tulis Ahok, Jumat 20 Maret 2015.

Namun dalam tweet selanjutnya, Ahok menulis; " Tapi sikap saya jelas, untuk koruptor dan kemunafikan, saya tidak akan pernah minta maaf untuk ketidaksantunan saya terhadap mereka."

Dalam wawancara live pada Selasa malam, 17 Maret 2015, sang presenter, Aiman Witjaksono sudah mengingatkan kepada Ahok bahwa wawancaranya ini disiarkan secara langsung. 

Ahok saat itu mengungkapkan kemarahannya tentang hak angket yang dilakukan DPRD terkait APBD DKI 2015. Ia juga kesal karena sudah berkali-kali menjawab soal foto istrinya.

Mantan Bupati Belitung Timur menegaskan, foto istrinya itu memang benar, tetapi bukan sedang memimpin rapat soal Kota Tua seperti yang dituduhkan. Kata Ahok, semua orang bisa datang dan duduk di kursi gubernur. Tapi kali ini istrinya malah kena tuding.

Ahok sudah mengatakan ketidaksukaannya saat ditanya berulang-ulang soal kasus itu. Dia sudah memberi penjelasan kepada sang presenter.

" Ngeyel saja. Sudah saya jelasin, masih ngeyel gitu. Nggak ngerti. Terus dia (Aiman) bilang ini live, gua sengaja aja, siapa suruh live sama gua," ujar Ahok ketika itu.

Dituding ngeyel oleh Ahok, Aiman Witjaksono memberikan keterangan melalui akun Twitternya,@AimanWitjaksono, Rabu 18 Maret 2015. Berikut tweet-nya:

1. Saya ingin menjawab soal “ ngeyel” dari hasil wawancara LIVE saya dengan pak Gubernur DKI Jakarta, kemarin.

2. Sebagai jurnalis, saya selalu konsisten untuk tetap mengikuti Hati Nurani

3. Selain nurani, sebagai jurnalis saya menjunjung Independensi.

4. Nurani yg mendorong saya untuk perdalam latar belakang dari setiap isu yang berkembang.

5. Dari Independensi saya selalu merasa bebas dalam menggali

6. Saya pun tak pernah puas, dengan jawaban Narasumber yang tak tuntas.

7. Meskipun dari sikap ini, ada resiko yang saya kandung.

8. Saya ikhlas, mengambil resiko itu.

9. Karena saya percaya, dari Nurani & Independensi ada makna Kebenaran di dalamnya.

Beri Komentar