Diklaim Terbesar, Olimpiade Yatim dan Duafa Digelar di Jakarta

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 18 Oktober 2018 07:00
Diklaim Terbesar, Olimpiade Yatim dan Duafa Digelar di Jakarta
Peserta Olimpiade akan diadu pengetahuan bidang Matematika dan Alquran

Dream - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yatim Mandiri menggelar Olimpiade Matematika dan Alquran (Omatiq) 2018. Acara yang diselenggarakan tingkat Sekolah Dasar ini akan diselenggarakan 20 Oktober 2018 di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta.

General Manager Program Yatim Mandiri, Hendy Nurrohmansyah mengatakan, peserta yang mengikuti Olimpiade ini berasal dari Sanggar Genius dari 44 Kota atau Kabupaten binaan Yatim Mandiri.

" Ini pesertanya dari seluruh sanggar ada empat ribu, namun yang berangkat ke Jakarta disaring menjadi 210 anak," kata Hendy di Jakarta, Rabu 17 Oktober 2018.

Dia mengatakan, 210 peserta itu akan dikumpulkan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Sebab, pada Jumat 19 Oktober 2018, mereka akan diseleksi lagi untuk masuk ke babak puncak pada 20 Oktober 2018 mendatang.

Para siswa yang semuanya berasal dari anak yatim dan dhuafa itu diajari pelajaran matematika dan Alquran di Sanggar Genius. Menurut Hendy, kedua pelajaran itu merupakan ilmu dasar yang kelak dapat menjadi bekal pendidikan pada jenjang selanjutnya.

" Dari sekian ilmu materi pelajaran yang memang harus di-support pendampingan khusus itu matematika dan Alquran," ucap dia.

General Manager Regional Office III Yatim Mandiri, Sugeng Riyadi mengklaim, acara yang dibuatnya itu olimpiade terbesar untuk anak yatim dan dhuafa.

" Ini adalah olimpiade yatim, dhuafa terbesar bahkan sedunia kalau selain ada selain kita," ujar Sugeng.

Sugeng berujar, total hadiah pada Omatiq 2018 ini senilai Rp135 juta. Selain mendapat hadiah, para peserta juga nantinya akan diajak wisata edukasi di Jakarta.

1 dari 1 halaman

Menginap di sanggar

Dalam kesempatan itu, hadir juga perwakilan peserta didik dari Bogor yakni Putra Evan Febrian yang mengikuti Olimpiade Alquran.

Saat berbincang dengan Dream, bocah kelas 6 SD ini mengaku hafal surat-surat pendek, mulai dari Surat An-Nas hingga Ad-Dhuha.

Bocah yang sehari-hari tinggal di panti asuhan ini menuturkan, setiap Sabtu dan Minggu peserta Sanggar Genius di Bogor itu biasa menginap untuk belajar.

" Kalau di sanggar, biasanya malam bangun jam 03.00 WIB, Salat Witir, Salat Tahajud kemudian nunggu Subuh. Setelah subuh dipisah ke yang mau matematika dan menghafal Quran," kata Putra.

Menjelang olimpiade, biasanya siswa sanggar diberi latihan soal. " Kalau yang Alquran itu dites baca surat, meneruskan ayat sama arti surat," ucap dia.(Sah)

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim