Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Pandemi Covid-19 tidak semata berdampak pada kesehatan dan ekonomi, namun juga kejiwaan. Khususnya pada anak-anak usia sekolah.
Setahun lebih anak-anak harus belajar di rumah. Kondisi ini membuat anak jadi kurang bersosialisasi.
Menanggapi permasalahan tersebut, Kementerian Sosial bersama UNICEF Indonesia berupaya memberikan perlindungan sosial yang lebih baik kepada anak-anak. Sejumlah terobosan dijalankan untuk mewadahi kebutuhan anak-anak
" Kita harus mencari terobosan-terobosan di mana anak-anak kita bisa melakukan aktivitas dengan menampung daya kreativitas mereka, sifat atraktif mereka kemudian juga sifat mereka harus kita bangkitkan untuk tetap bisa bersosialisasi dengan baik," ujar Menteri Sosial, Tri Rismaharini.
Meski kegiatan belajar mengajar tatap muka mulai diterapkan kembali, antisipasi harus tetap dilakukan. Seperti penerapan protokol kesehatan yang baik agar anak-anak tetap aman dan tidak terjangkit Covid-19 saat di sekolah.
" Survei sosial-ekonomi di Indonesia yang baru-baru ini dilakukan oleh UNICEF, UNDP dan PROSPERA mengungkapkan bahwa pandemi berdampak negatif pada keluarga dengan anak," kata Deputy Representative UNICEF Indonesia, Robert Gass.
Selama pandemi, 75 persen rumah tangga dengan anak mengalami kehilangan pendapatan. Proporsi keluarga dengan anak menghadapi rawan pangan bahkan meningkat menjadi 11,7 persen.
Sementara, 13 persen keluarga dengan anak balita belum divaksinasi. Sedangkan 57 persen keluarga dengan anak kurang memahami internet yang akhirnya mengganggu proses belajar.
Untuk itu UNICEF dengan Kementerian membuat 10 program yang antara lain penguatan kapasitas, pelatihan, analisis penelitian kebijakan. Program ini lebih banyak melibatkan anak-anak dan keluarga yang rentan terhadap layanan sosial, agar meningkatkan kesejahteraan mereka.
Reporter: Yuni Puspita Dewi
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan