Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Menkopolhukam Mahfud MD (Foto: YouTube Kemenkopolhukam)
Dream - Ditengah angka kasus aktif Covid-19 di Indonesia yang masih mengkhawatirkan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpolhukam), Mahfud MD, mengajak masyarakat tetap tenang.
Mahfud mengajak para tokoh agama di Jawa Barat saling bekerjasama membangun ketenangan agar imunitas masyarakat tetap terjaga.
" Bagaimana agar kita menjaga imunitas itu? Ketenangan. Mari bangun ketenangan masyarakat, jangan ditakut-takuti," kata Mahfud MD dalam dialog virtual dengan tokoh agama Jawa Barat yang diunggah kanal YouTube Kemenkopolhukam, Minggu 25 Juli 2021.
Mahfud meminta masyarakat tetap tenang dan menganggap virus corona sebagai penyakit flu biasa. " Bahwa penyakit ini sama dengan kita flu, beli Decolgen selesai, kalau kita tenang itu biasa. Anggap begitu aja," tuturnya.
Dia juga mengingatkan bahwa kini sudah ada vaksin dan obat penunjang terapi Covid-19, sehingga masyarakat bisa tetap tenang. Ia juga menyinggung tentang dalil ilmu kedokteran yang dikatakan oleh Ibnu Sina soal imunitas.
" Ibnu Sina yang mengatakan kalau kamu ingin sembuh ya tenang aja, ingin selamat ya tenang aja, jangan panik. Apa kata beliau? Panik itu adalah separuh dari penyakit, tapi tenang itu adalah separuh dari obat. Nah, berarti kalau kita tenang, kita sudah sembuh separuh," tutur Mahfud MD.
Sementara untuk kondisi fisik, ia juga menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat.
" Tinggal fisiknya, fisiknya apa? Fisiknya sabar, berdoa, mencari obat, sabar itu artinya tangguh, sabar itu bukan ngalah. Itu adalah permulaan dari kesembuhan," ujar Mahfud MD.
Dream - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama, menyebut, PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah selama beberapa pekan terakhir belum mampu menurunkan kasus positif Covid-19. Menurut Bayu, penurunan kasus baru terjadi karena jumlah sampel yang dites menurun.
“ Belum terlihat penurunannya. Kalaupun turun diikuti jumlah tes yang turun juga,” kata Bayu Satria, dikutip dari Liputan6.com, Senin 26 Juli 2021.
Bayu mengungkapkan, pemerintah juga sudah mengaku adanya penurunan jumlah tes. Sedangkan presentase jumlah kasus positif cenderung stabil.
“ Kalau jumlah yang dites turun otomatis jumlah kasus juga turun. Bisa dilihat dari positivity rate yang cenderung stabil,” ucapnya.
Beberapa waktu lalu, beredar kabar vaksinasi menyebabkan peningkatan kasus positif. Padahal tidak ada hubungan antara peningkatan kasus positif dan gencarnya program vaksinasiasi.
Menurut Bayu, peningkatan kasus aktif justru disebabkan masyarakat yang semakin hari abai dengan protokol kesehatan.
“ Bukan karena vaksinnya, karena vaksin aman dan tidak akan menyebabkan sakit Covid-19. Yang mungkin terjadi adalah pelaksanaannya yang tidak terkendali dan menyebabkan 5M tidak bisa dijaga,” katanya.
Bayu mengatakan kemungkinan peningkatan kasus Covid-19 sudah terjadi sejak lama, namun karena minimnya jumlah testing sehingga tidak terdeteksi.
“ Kita tidak pernah bisa cukup testingnya sehingga data yang ada itu tidak mencerminkan yang sebenarnya sehingga mungkin sekali di Juni sudah tinggi kasusnya, namun banyak yang masih undetected. Bahkan, diduga sejak Mei banyak kasus yang tidak terdeteksi sudah ada di masyarakat makanya bisa naik sangat tinggi di Juli,” ungkapnya.
Bayu pun menyarakan agar pemerintah terus gencar mempercepat program vaksinasi untuk bisa mencapai herd immunity. Ia mengingatkan, apabila laju vaksinasi masih rendah, target herd imunnity yang diprediksi pada September akan sulit dicapai.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan