Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Proses Evakuasi Korban Tsunami Selat Sunda (Foto: Baznas)
Dream - Ribuan relawan dan personel TNI serta Polri terus melakukan proses evakuasi dan pencarian korban akibat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu gempa vulkanik di Selat Sunda Sabtu malam, 22 Desember 2018, lalu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terakhir hingga pukul 07.00 WIB, mencatat korban meninggal dunia telah mencapai 281 orang. Data ini kemungkinan akan terus bertambah karena luasnya jumlah wilayah yang terdampak tsunami.

Melihat besarnya dampak bencana, salah satu lembaga negara non struktural tergerak untuk terjun membantu proses pencarian sekaligus membantu korban selamat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyatakan turut menerjunkan tim tanggap bencananya di lokasi.
" Selain evakuasi korban, kami juga mendirikan Pos Layanan bagi para korban dan menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, selimut, obat-obatan, dan lain sebagainya,” ujar Komandan Lapangan Baznas Tanggap Bencana Pusat, Deden Nurjaman.
Salah satu lembaga filantropi, Dompet Dhuafa juga mengerahkan relawannya ke lokasi bencana untuk membantu proses pencarian.

" Sejauh ini tim Dompet Dhuafa telah mengerahkan tim respon bencana dengan mengadakan dapur umum, pembukaan Aksi Layanan Sehat (ALS), assement psikologis serta evakuasi korban yang hingga sekarang terus meningkat," ujar Direktur Utama Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Imam, tim Dompet Dhuafa tidak hanya fokus di wilayah Banten saja, tapi juga mengirimkan timnya ke wilayah Lampung yang juga terdampak tsunami.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam