Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Lahan Kering Jadi Subur (Odditycentral.com)
Dream - Dunia mungkin mengenal nama Sebastio Ribeira Salgado sebagai fotografer profesional asal Brasil. Karyanya sudah terkenal seantero dunia.
Tidak banyak yang tahu siapa Sebastio di luar profesinya sebagai fotografer. Rupanya, pria ini adalah sosok di balik proyek restorasi lingkungan paling menakjubkan.
Bersama sang istri, Lelia Deluiz Wanick Salgado, Sebastio mendirikan organisasi nirlaba, Instituto Terra. Dengan organisasi itu, dia mengubah lahan mati menjadi hijau nan subur.
Dikutip dari Oddity Central, projek ini bermula pada 1998. Kala itu, Sebastio dilanda trauma parah usai bertugas memotret tragedi perang di Rwanda.
Peristiwa penuh kengerian menghantuinya dalam waktu yang lama usai meninggalkan Benua Afrika. Dia sampai kehilangan keyakinan akan nilai-nilai kemanusiaan dan hampir tak mau lagi memotret.
Dalam kondisi tersebut, orangtuanya menawari Sebastio dan Lelia lahan pertanian yang menjadi tempat lahir fotografer itu. Pria itu pun menerima tawaran tersebut, berharap kepulangannya ke tanah itu membantu menyembuhkan traumanya.
Begitu sampai di lahan pertanian orangtuanya, Sebastio kaget. Apa yang dia jumpai tidak seperti yang ada dalam kenangannya akan masa kecil.
Lahan seluas 1.750 hektarr di Minas Gerais, 70 Kilometer dari pantai Brasil tersebut sangat tandus. Dia masih ingat, hutan Atlantik menutupi setengah dari kawasan itu dulu.
" Tanah itu sama sakitnya dengan saya, semuanya rusak. Hanya sekitar 0,5 persen bagian lahan itu yang ditumbuhi pohon," kata Sebastio.
Seperti kebanyakan petani Brasil, ayah Sebastio menebangi hutan, menjual kayu, dan menanam rumput afrika untuk pakan ternak. Seketika, tanah yang subuh itu berubah tandus dan kering.
Tak patah semangat, Sebastio dan Lelia berjuang menghidupkan kembali hutan yang pernah ada. Sang istri mendapatkan ide untuk menanam kembali hutan.
" Ketika kami memulainya, semua serangga dan burung kembali dan, terima kasih pada pertumbuhan pohon yang telah lahir kembali, ini adalah momen yang sangat penting," kata Sebastio.
Kini, hutan yang hilang telah kembali. Pun demikian dengan kicau burung dan suara serangga.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya