CONNECT WITH US!

NU: Akui Yerusalem Jadi Ibukota Israel, AS Ingkari Aturan PBB

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an | Kamis, 7 Desember 2017 19:29
Sekjen PBNU Helmy Faishal (dua Dari Kanan) Menegaskan Penolakannya Kepada Putusan Presiden AS Donald Trump (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Dream - Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini, mengatakan, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel merupakan pengingkaran aturan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

" Ini berpotensi meluasnya pelanggaran terhadap prinsip hukum humaniter, sebagaimana diatur dalam protokol tambahan I tahun 1997 Pasal 53, menghentikan perlindungan bagi objek-objek budaya dan tempat pemujaan," kata Helmy di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis 7 Desember 2017.

Dalam Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB atas Yerusalem nomor 252 tanggal 21 Mei 1968, hingga Resolusi DK PBB nomor 2334 tanggal 23 Desember 2016, sudah jelas PBB mengakui Yerusalem sebagai wilayah Palestina.

" Pernyataan Trump itu satu tindakan yang dapat mengacaukan dan merusak perdamaian dunia," ucap dia.

Helmy juga mengecam klaim sepihak Trump tersebut. Helmy memastikan dukungan PBNU terhadap Palestina tidak berubah. Berdasar Muktamar NU ke 33 di Jombang, Jawa Timur, terdapat putusan untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

" Dukungan bagi kemerdekaan rakyat dan negara Palestina tidak bisa ditangguhkan," ujar dia.

Imbau baca doa qunut



Mantan Istri Daus Mini Saat Berhijab