7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Isu Palestina Akan Menjadi Agenda Utama Pertemuan OKI Di Jakarta
Dream - Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) akan menggelar rapat untuk menyatukan suara jelang digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kesatuan Islam (KTT OKI) yang digelar 6-7 Maret 2016 mendatang.
Rapat ini penting untuk memutuskan saran apa yang harus disampaikan kepada pemerintah Indonesia.
" Saya kira nanti akan kami putuskan bersama dalam rapat agar punya suara yang kuat sebagai kebijakan yang kuat," kata Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, di Gedung PB NU Pusat, Kamis, 26 Februari 2016.
Terlepas dari adanya sidang KTT OKI mendatang, PB NU menegaskan sikap lembaganya selama ini terhadap kemerdekaan Palestina sudah jelas. Menurut Kyai Akhyar, PBNU akan konsisten dengan sikapnya terhadap negeri yang kerap mendapatkan serangan dari Israel itu.
" Sikap PBNU nggak pernah berubah. Itu sudah menjadi keputusan bersama," ucap dia.
PBNU menegaskan dukungannya terhadap kemerdekaan Paletina merupakan sikap persaudaraan dan kemanusiaan. Ulah Israel yang terus menggempur Palestina tidak hanya mengakibatkan hilangnya wilayah negeri itu, namun juga hilangnya ribuan jiwa.
" Sebagai bangsa yang tertindas, kita harus mendukung mereka (Palestina). Bagaimana bisa kita tidak mendukung mereka?" ucap dia.
Sebelumnya diketahui, Ketua PB NU KH Said Aqil Siradj menganggap peluang kemerdekaan Palestina akan terbuka jika negara itu mendapat dukungan dari negara-negara di Semenanjung Arab. Untuk itu, dia menyarankan agar negara-negara di semenanjung Arab itu untuk bersatu melawan Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.
" Yang lebih penting ialah negara Arab bersatu melawan Israel. Selama negara Arab pecah nggak mungkin (Palestina merdeka-red)," ujar Kyai Said,
KTT Luar Biasa OKI sendiri rencananya akan dihadiri kepala negara dari 57 negara anggota OKI. Dalam KTT Luar Biasa OKI ini rencananya akan membahas mengenai kemerdekaan Palestina.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?