Penampakan Pedang Emas Kapolri, Hadiah dari Raja Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 6 Maret 2017 12:15
Penampakan Pedang Emas Kapolri, Hadiah dari Raja Saudi
Jenderal Tito Karnavian mendapatkan cinderamata mewah dari Kerajaan Arab Saudi berupa pedang berlapis emas.

Dream - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapat cinderamata mewah dari Kerajaan Arab Saudi. Cinderamata itu berupa pedang yang dilapisi emas.

Pedang itu diberikan kepada Tito oleh Duta Besar Saudi Usamah bin Abdullah As Syuaibi kemarin. Saat itu, Usamah tengah mengunjungi Tito di kantornya.

Keduanya terlibat perbincangan mengenai pengamanan dua negara. Usai pertemuan itu, Usamah menyerahkan langsung cinderamata tersebut kepada Tito.

" Ya, ada hadiah untuk Kapolri," ujar penerjemah Dubes Saudi, Gazali, dikutip dari akun fanspage Divisi Humas Polri, Senin, 6 Maret 2017.

Usamah mengatakan pedang merupakan perlambang keamanan dan pertahanan. Dia berharap Indonesia dan Saudi dapat saling menjaga keamanan dan pertahanan negara.

1 dari 3 halaman

Cerita di Balik Tangga Eskalator Raja Salman Mendadak Rusak

Dream - Tangga eskalator milik Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis al-Saud‎ rusak saat hendak digunakan. Alhasil, Raja Salman turun menggunakan Invalid Passenger Lift (IPL) milik PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Airport Service.

Deputi Direktur Operasional PT JAS, Subiyono mengaku tak mengetahui persis sejauh mana kerusakan tangga eskalator milik Raja Salman. Yang pasti, tangga seberat 15 ton itu telah dipersiapkan dengan baik sebelum digunakan.

‎" Mereka (pihak Arab Saudi) juga yang menyiapkan alat untuk menurunkan tangga eskalator tersebut. Tapi, beberapa hari dan beberapa jam sebelum digunakan tangga itu tidak berfungsi dengan baik. Kita belum tahu kerusakannya seperti apa," kata Subiyono saat memberi keterangan resmi, Minggu 5 Maret 2017.

Raja Salman di Bali© Berry Putra

Kerajaan Arab Saudi pun meminta menyiapkan IPL sebagai alternatif. IPL itu alat untuk mengeluarkan dan memboardingkan penumpang dengan kebutuhan khusus, seperti sulit berjalan atau sedang sakit.

" Kemarin waktu dipakai suasana di dalam kabin IPL sudah baik. Kami selaku ground handling yang ditunjuk sudah menyediakan peralatan yang standar untuk mengantisipasi," kata dia.

Ia melanjutkan, begitu Raja Salman berada di IPL, tangga eskalator milik Raja Salman bisa difungsikan kembali seperti sedia kala.

Satu Permintaan Protokoler Raja Salman yang Sulit Dipenuhi© MEN

General Manager Area II PT JAS, Hery Lukmanto menambahkan, sesuai prosedur tetap (protap), dua jam sebelum dipakai tangga eskalator milik Raja Salman telah dicoba.

" Dua jam sebelum dipakai dites dan tidak ada masalah. Begitu oke, diparkir tidak jauh dari pesawat. Saat landing, eskalator harus siap di dekat pesawat. Saat dicoba starter tidak bisa," kata Hery.

(Laporan Berry Putra, Bali)

2 dari 3 halaman

Romo Gereja Katolik Bali Bikin Raja Salman Kaget, Kenapa?

Dream - Raja Salman telah tiba di Bali sejak kemarin sore pukul 17.53 WITA di Bandara Ngurah Rai. Begitu tiba di bandara, ia disambut berbagai pihak mulai Menteri Pariwisata, Kapolda Bali, Gubernur Bali, Pangdam IX Udayana dan sejumlah tokoh lintas agama.

Begitu tiba, Raja Salman menyalami mereka satu persatu. Namun, Raja Salman nampak kaget begitu menyalami perwakilan dari Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Romo Evensius Dewantara‎. Raja Salman sempat tertegun. Perbincangan antara mereka pun terjadi.

Romo Venus, sapaan karib Romo Evensius Dewantara menjelaskan, saat penyambutan formasi para penyambut sudah diatur sedemikian rupa. Romo sendiri sudah mempersiapkan diri.

Romo Evensius Dewantara© Berry Putra

" Saya sudah mempersiapkan diri jika saya akan memberikan sesuatu ke beliau (Raja Salman). Saya ucapkan ahlan wasahlan Ya Malik kepada beliau begitu menyalami saya," kata Romo Venus‎, di Nusa Dua, Minggu 5 Maret 2017.

Raja Salman heran. Langkahnya terhenti di hadapan Romo Venus. " Dia heran. Dia lihat saya terus. Lalu dia sentuh jubah saya tepat di dada. Dia lalu bilang 'Anda Katolik ya'," kata Romo Venus menceritakan perbincangannya dengan Raja Salman.

Saat pertemuan itu...

3 dari 3 halaman

"Heran, Kok Bisa Ngomong..."

Pertemuan itu, Romo Venus melanjutkan, berlangsung begitu singkat hanya sekitar tiga menit. Tak ada perbincangan lanjutan antara dirinya dengan Raja Salman. Namun, katanya, terpancar raut muka kaget tetapi bahagia terhadap Romo Venus.

" Mungkin Raja Salman heran, kok bisa ngomong bahasa Arab. Saya tidak menyangka raja kaget dengan saya. Saya sendiri begitu senang bisa bertemu raja," katanya.

Romo Venus merupakan pastor Paroki di Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa di kompleks Puja Mandala Nusa Dua. Di kompleks tersebut, selain berdampingan dengan masjid, gereja juga berdampingan dengan empat rumah ibadah lainnya.

Romo Venus merupakan alumnus universitas di Kairo. Ia mengambil jurusan spesialisasi Islamologi selama 1 tahun pada 2002 hingga 2003.‎ Setelah itu, Romo Kembali lagi untuk memperdalam pendidikan Islamologinya selama dua tahun.

(Laporan: Berry Putra, Bali)

Beri Komentar