Geger! Rekaman Konspirasi Penggulingan Raja Arab Saudi Bocor

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 1 Juli 2020 15:11
Geger! Rekaman Konspirasi Penggulingan Raja Arab Saudi Bocor
"Gerakan reformasi yang dipimpin Sa'ad al-Faqih telah menyebabkan guncangan hebat di Saudi," demikian rekaman pemimpin negara itu.

Dream - Sebuah rekaman percakapan yang diduga dilakukan dua mantan anggota parlemen Kuwait dengan mantan pemimpin Libya, Moammar Gaddafi, membuat geger. Sebab, percakapan itu berisi konspirasi penggulingan raja Arab Saudi.

Laman Al Arabiya melaporkan bahwa dua mantan politisi Kuwait yang menjadi lawan bicara Moammar Gaddafi adalah Mubarak al-Duwailah dan Fayez Hamed al-Baghili al-Rashidi. Al-Duwailah merupakan tokoh politik Kuwait yang dikaitkan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin.

Rekaman itu dibocorkan oleh aktivis oposisi Qatar, Khalid al-Hail. Dalam percakapan itu Moammar Gaddafi dan dua politikus Kuwait tersebut membahas penjatuhan rezim kerajaan Saudi. Mereka juga memudi tokoh oposan Arab Saudi, Sa'ad al-Faqih.

" Gerakan reformasi yang dipimpin Sa'ad al-Faqih telah menyebabkan guncangan hebat di Saudi," demikian bunyi suara yang diyakini sebagai Moammar Gaddafi.

1 dari 6 halaman

Al-Faqih merupakan pembangkang Arab Saudi yang tinggal di London, Inggris. Dia dituduh terkait dengan jaringan Alqaeda oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat. Al-Faqih berulang kali mengkritik Saudi dan menyerukan peggulingan keluarga Al Saud dari tahta kerajaan.

" Dia mulai banyak saluran visual untuk mengutuk Al Saud dan rezim mereka dan menghasut orang untuk memberontak dan tidak taat," lanjut suara yang diyakini sebagai Moammar Gaddafi.

" Saya telah bertemu orang-orang dari Riyadh, dan kita tidak bermimpi bahwa suatu hari kita akan menggelar protes di Riyadh. Itu tidak mungkin, kata mereka. Tidak, mudah bagi kami untuk protes dan mereka tidak bisa memadamkan kami. Sekarang dunia terbuka dan semuanya ada di bawah mikroskop, mereka menangkap satu dan neraka akan terlepas, organisasi hak asasi manusia dan lainnya. Keluarga Al Saud telah menyerah pada segalanya, hanya ingin tetap berkuasa selama mungkin."

2 dari 6 halaman

Al-Duwailah, pemimpin Ikhwanul Muslimin Kuwait yang berafiliasi dengan Islamic Constitutional Movement, terdengar setuju dengan pernyatan Moammar Gaddafi. " Kami mendengar dari orang-orang di sana bahwa situasi mereka tidak baik, bahkan di antara mereka sendiri mereka memiliki banyak masalah," kata al-Duwailah.

Melalui Twitter, Al-Duwailah mengakui rekaman yang bocor itu. Dia mengaku telah memberi tahu pemerintahnya perihal pembicaraan dengan pemimpin negara lain.

Menurut al-Duwailah, dia dan al-Baghili berada di Libya untuk menegosiasikan kesepakatan damai antara pemerintah Sudan dan Rashaida Free Lions, sebuah kelompok bersenjata yang bermarkas di Sudan timur.

3 dari 6 halaman

Dalam rekaman itu, al-Baghili merujuk pada orang-orang Rashaida dan memuji Gaddafi, menggambarkannya sebagai " saudara pemimpin" dan memuji upaya penjagaan perdamaiannya di Sudan. Rekaman ini dibuat setelah 2006, ketika Free Lions menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Khartoum.

Namun, pemerintah Kuwait menolak klaim al-Duwailah. Pemerintah Kuwait mengklaim al-Duwailah tidak pernah memberitahukan percakapan dengan Gaddafi tersebut.

" Amiri Diwan Sunday Kuwait menganggap sebagai 'sama sekali tidak benar dan palsu' kata-kata yang dibuat Mubarak Al-Duwailah bahwa ia memberi tahu Yang Mulia Amir tentang perincian pertemuannya dengan mantan presiden Moammar Gaddafi," demikian pernyataan pemerintah Kuwait dikutip Kantor Berita Kuwait (KUNA) pada Senin lalu.

4 dari 6 halaman

Pangeran Saudi Meninggal, 150 Anggota Keluarga Kerajaan Positif Corona?

Dream - Meninggalnya Pangeran Arab Saudi, Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya dampak infeksi Covid-19. Pangeran Bandar meninggal pada Senin dengan penyebab yang misterius.

Jenazah Pangeran Bandar dimakamkan di Riyadh beberapa jam setelah meninggal. Tetapi hingga saat ini, tidak ada informasi yang menyebut penyebab salah satu anggota keluarga Kerajaan Saudi meninggal.

Kekhawatiran yang muncul cukup beralasan. Ini mengingat Saudi mencatatkan kasus infeksi Covid-19 sangat tinggi, dengan penambahan kasus harian mencapai ribuan orang.

Yang lebih mengagetkan, sedikitnya 150 keluarga Kerajaan Saudi dilaporkan terinfeksi Covid-19. Dokter di Rumah Sakit Khusus Raja Faisal berada dalam kewaspadaan tinggi, mengacu pada memo yang dikirimkan kepada jajaran dokter senior.

 

5 dari 6 halaman

RS Diminta Siap dengan Tamu VIP

Para dokter di rumah sakit elit tersebut segera menyiapkan 500 tempat tidur untuk merawat pasien.

" Arahan harus siap untuk VIP dari seluruh negeri," demikian bunyi pesan kesiagaan tinggi yang dikirimkan secara elektronik, dilaporkan New York Times.

" Kita tidak tahu sebanyak apa kasus yang akan didapat tapi sangat mendesak. Seluruh pasien kronis harus dipindahkan secepatnya," demikian lanjut pesan tersebut.

Pesan tersebut juga menyatakan seluruh staf yang terinfeksi akan dirawat di rumah sakit lain. Ini untuk menjaga ketersediaan ruang perawatan bagi keluarga kerajaan.

 

6 dari 6 halaman

Raja dan Putra Mahkota Diungsikan?

Ada ribuan pangeran di Kerajaan Saudi yang sebagian besar bepergian rutin ke Eropa. Di antara mereka diyakini telah terhubung dengan virus selama perjalanan kemudian membawanya saat pulang ke Saudi.

Sejauh ini, kelas bawah dari keluarga Kerajaan Saudi dilaporkan banyak yang terinfeksi, menurut sumber yang dekat dengan lingkungan tersebut. Sementara penambahan tercepat kasus Covid-19 banyak disumbang dari penampungan pekerja migran dan kawasan kumuh di sekitar Mekah dan Madinah.

Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz sendiri dikabarkan mengasingkan diri ke sebuah pulau dekat Jeddah agar terhindar dari infeksi Covid-19. Sementara Putra Mahkota, Pangeran Mohammad bin Salman, pindah sementara ke lokasi terpencil di kawasan Laut Merah.

Sumber: Aljazeera.com

Beri Komentar