Saudi Luncurkan Riyal Pecahan 20 Edisi Khusus KTT G20

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 26 Oktober 2020 17:01
Saudi Luncurkan Riyal Pecahan 20 Edisi Khusus KTT G20
Uang ini untuk merayakan momen pelaksanaan KTT G20 yang dihelat Saudi.

Dream - Hampir mirip dengan Indonesia yang meluncurkan uang kertas menyambut Kemerdekaan ke-75, Arab Saudi juga memperkenalkan riyal edisi khusus dengan nominal 20. Bedanya, uang tersebut diedarkan untuk menyambut penyelenggaraan KTT G20 yang digelar di Saudi tahun ini.

Otoritas Keuangan Arab Saudi (Saudi Arabian Monetary Authority/SAMA) mengumumkan riyal pecahan 20 ini mulai bisa didapatkan pada Rabu, 28 Oktober 2020. Pecahan khusus ini dapat digunakan untuk transaksi seperti riyal dengan pecahan lain.

" SAMA mengonfirmasi uang ini akan dicetak sesuai dengan standar terkini pencetakan uang kertas," demikian pernyataan Otoritasn Perbankan Saudi.

 

1 dari 5 halaman

Bergambar Raja Salman

Uang ini juga mengandung ciri khusus seperti fitur keamanan tingkat tinggi dan desain khas berwarna ungu yang menonjolkan dekorasi artistik yang terinspirasi dari logo G20.

" SAMA juga menunjukkan desain uang kertas 20 Riyal tersebut memiliki gambar Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud (semoga Allah melindunginya) di bagian depan uang kertas dengan slogan Presidensi Saudi G20 dalam desain 3D," lanjut pernyataan tersebut.

KTT G20 akan berlangsung tahun ini. Arab Saudi merupakan negara yang terpilih sebagai tuan rumah pada KTT 2020. 

Pecahan 20 riyal ini akan menjadi uang pertama yang digunakan Saudi sepanjang sejarah. Selama ini, riyal kertas yang digunakan di Saudi hanya pecahan 1, 5, 10, 50, 100, dan 500.

(Sah, Sumber: Alarabiya)

2 dari 5 halaman

Saudia Buka Penerbangan ke 20 Kota Dunia, Jakarta Termasuk

Dream - Maskapai penerbangan resmi Arab Saudi, Saudia Airline kembali membuka penerbangan internasionalnya. Kali ini, ada 20 kota tujuan penerbangan internasional baik di Timur Tengah, Asia dan Eropa.

Maskapai tersebut menyatakan traveler ini bisa terbang menuju Amman, Dubai, Tunis, Kairo, Alexandria, Khartoum, Nairobi, Addis Ababa, Amsterdam, Frankfurt, Istanbul, London, Madrid, Paris, Washington DC, Islamabad, Jakarta, Karachi, Kuala Lumpur, dan Manila.

Saudi secara bertahap mencabut penundaan penerbangan internasional sejak 15 September 2020, enam bulan setelah penutupan jalur perjalanan diberlakukan untuk menekan pandemi Covid-19.

Pembatasan akan diakhiri di semua jalur perjalanan baik udara, darat, maupun laut setelah 1 Januari tahun depan. Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan tanggal pasti dicabutnya pembatasan tersebut akan diumumkan pada Desember 2020.

 

3 dari 5 halaman

Syarat-syarat

Direktorat Jenderal Paspor meminta warga Saudi maupun ekspatriat yang akan bepergian dari wilayah Kerajaan untuk mematuhi persyaratan kesehatan yang berlaku di tujuan mereka. Juga berkomitmen untuk mematuhi peraturan dan arahan yang berlaku.

Ditjen Paspor Saudi menyatakan beberapa tujuan menetapkan sejumlah prosedur dan spesifikasi untuk menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan cara memastikan penerbangan penumpang tidak dibatalkan dan tidak dikembalikan ke negara mereka pada saat kedatangan.

Persyaratan dan prosedur tersebut terus diperbarui tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Paspor diperlukan untuk bepergian ke negara-negara Dewan Kerjasama Teluk dan tidak dapat diganti dengan kartu identitas nasional. Sebelum bepergian, warga negara harus memastikan paspor mereka berlaku tidak kurang dari tiga bulan ke negara-negara Arab, dan tidak kurang dari enam bulan ke negara lain.

Sumber: Arab News

4 dari 5 halaman

Saudi Akan Putuskan Negara yang Boleh Kirim Jemaah Umroh, Bagaimana Indonesia?

Dream - Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Muhammad Saleh Benten, mengumumkan bahwa Kementerian Kesehatan akan mengambil keputusan terkait negara-negara mana yang akan diizinkan mengirim jemaah untuk umroh.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri mengatakan Kerajaan Saudi akan mengizinkan jemaah umroh dari luar negeri memasuki negara mereka pada tahap ke tiga dari dimulainya kembali layanan umroh.

Layanan umroh yang sebelumnya ditangguhkan, secara bertahap akan dibukan untuk Muslim di luar Saudi mulai 1 November.

5 dari 5 halaman

Dalam wawancara televisi saluran Al-Ekhbariya, Benten mengatakan akan ada jalur elektronik khusus untuk kedatangan dan keberangkatan jemaah haji asing dalam pelaksanaan haji tahun depan.

Layanan umrah bagi jemaah domestik berlaku mulai 4 Oktober. Menteri Benten mengatakan hanya 12 rombongan jamaah yang diizinkan melakukan umrah dalam waktu 24 jam pada tahap pertama.

“ Jemaah akan dibagi dalam kelompok dan setiap kelompok akan didampingi oleh tenaga kesehatan di Masjidil Haram. Hanya jamaah dengan usia antara 18 dan 65 tahun yang diperbolehkan pada tahap pertama," kata dia.

Beri Komentar