Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sekolah Difabel Sumbangan Donatur Indonesia
Dream - Sebuah sekolah khusus untuk anak difabel berdiri di Palestina. Lewat Komunitas Akhwat Bergerak bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT), sekolah bernama Shams Al Aman, A School for Disabled Children, ini menghabiskan dana US$ 98 ribu, setara Rp 1,42 miliar.
Peggy Melati Sukma, penggagas komunitas Akhwat Bergerak mengatakan pembangunan sekolah khusus anak difabel Kota Gaza, Palestina ini menggandeng mitra lokal terbaik dan terpercaya yang dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.
"Kami yakin mitra lokal yang kami pilih adalah mitra terbaik," ujar Peggy yang meresmikan bangunan tersebut lewat komunikasi via Skype yang juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Palestina dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Dream, Selasa, 22 September 2015.
Diakui Peggy, pembangunan sekolah difabel ini membutuhkan perjuangan luar biasa. Alasannya, kondisi Gaza saat ini memang serba dalam kesulitan dan penderitaan panjang.
Shams Al Amal menjadi sekolah khusus difabel yang istimewa karena menjadi satu-satunya sekolah yang menggunakan panel surya. Alat ini menjadi penting karena kebutuhan pasokan listrik di kawasan Gaza sangat terbatas.
"Listrik di Gaza hanya menyala sekitar 15 menit sampai masimal 4 jam saja," kata Peggy.
Senior Vice President ACT N. Imam Akbari menambahkan, lembaganya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bersinergi.
“Di tengah keterbatasan yang ada kita harus terus berbuat untuk bangsa lain khususnya Palestina mengingat Palestina adalah salah satu negara yang membantu terwujudnya kemerdekaan Indonesia,” katanya.
Pada bagian lain, Peggy mengatakan siap bekerjasama dengan pihak manapun yang peduli dengan kemanusiaan. Bahkan dirinya berpikir untuk merangkul kalangan selebritis yang diharapkan diikuti oleh masyarakat lainnya.
"Jika yang dilakukan mereka adalah kebaikan maka kebaikan-kebaikan itu akan diikuti oleh banyak pihak," ujarnya. (iSM)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
