Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Sukarelawan Datang Ke Acara Pemakaman Francine Stein ()
Dream - Dalam upacara pemakaman biasanya selalu dihadiri kerabat dekat. Bahkan terkadang iring-iringan mobil mengular untuk mengantar jenazah ke pemakaman.
Namun itu tidak terjadi saat pemakaman jenazah Francine Stein. Tak ada seorang pun teman, bahkan kerabat dekat, yang datang untuk melayat. Di hari duka itu, suasana sunyi, benar-benar senyap.
Karena tidak ada yang melayat, sampai-sampai seorang wanita mengundang orang-orang yang sama sekali tidak dikenal untuk datang ke pemakaman Stein. Dan akhirnya, puluhan orang datang untuk melayat.
Journal News melaporkan, sekitar 30 orang telah memberikan penghormatan terakhir terhadap jenazah wanita yang sama sekal belum mereka kenal itu. Mereka hadir karena memenuhi undangan pemakaman di pinggir kota New York tersebut.
© Dream
Para pelayat yang diundang itu datang ke pemakaman di Orangetown. Mereka menjadi pengusung peti jenazah Francine, dan juga yang membantu menguburkannya pada hari Rabu itu.
Menurut New York Post, pemakaman wanita yang meninggal pada usia 83 ini dipimpin oleh Rabbi Elchanan Weinbach.
Elchanan mengatakan, di acara pemakaman itu tidak ada kata sambutan karena dia tidak tahu apa-apa tentang wanita tersebut. Dia hanya tahu Francine adalah seorang musisi dan pernah mengajar di Julliard School.
Menurut laman berita Australia News.com. undangan untuk menjadi 'relawan' pada pemakaman tersebut disebar di Facebook oleh Golda Weinbach.
© Dream
Pada 16 Agustus malam waktu setempat, Golda Weinbach menulis status di Facebook. Dia memberitahu teman-temannya bahwa pemakaman Francine dijadwalkan berlangsung keesokan harinya. Pemakaman itu hanya akan dihadiri oleh direktur pemakaman dan ayahnya.
" Ini kesempatan kesempatan untuk berbuat amal," tulis Golda Weibach.
" Seorang wanita sedang dimakamkan besok dan benar-benar tidak ada yang menghadiri pemakamannya. Hanya direktur pemakaman dan rabbi (ayah saya). Ada yang ingin bergabung dengan saya di pemakaman?" ucap dia.
Lebih dari dua puluh orang beserta mengantar Francine ke tempat peristirahatan terakhirnya. Seorang wanita yang tidak satu orang pun yang mengenalnya.
Salah satu relawan mengatakan dia datang ke pemakaman sebagai bentuk 'kesopanan terhadap manusia'.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya