4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Meteroit Joshua Hutagalung
Dream - Baru-baru ini publik dibuat geger dengan pembelian batu meteor dari pria asal Sumut, Joshua Hutagalung. Pembeli meteroit, Jared Collins, warga negara Amerika yang tinggal di Bali memberikan klarifikasi atas harga pembelian batu meteor yang sempat jadi perbincangan publik beberapa waktu belakangan ini.
Pihak Jared Collins secara resmi menyanggah informasi yang menyebut, harga yang dibayarkan bukan Rp200 juta, apalagi Rp24 miliar.
Kendati begitu, pihaknya tidak memaparkan besaran harga yang dibayarkan pada pria yang berprofesi sebagai pembuat peti mati tersebut.
" Mengklarifikasi berita yang saat ini beredar tentang perkiraan nilai pembelian batu meteorit tersebut, atau ganti rugi yang diberikan atas batu tersebut, dapat dipastikan bahwa angka yang disebutkan sama sekali tidak benar dan tidak tepat. Adapun keaslian, nilai sebenarnya adalah kerahasiaan kedua belah pihak, baik Joshua Hutagalung maupun warga Amerika yang tinggal di luar negeri, yang mengambil alih meteor tersebut, berdasarkan kesepakatan bersama," tulis keterangan tertulis pihak Jared Collins yang diterima Dream.co.id, Kamis 19 November 2020.
Mengenai jumlah uang yang dibayarkan, pihak Jared Collins juga mengklarifikasi besaran dana yang diterima Joshua Hutagalung.
" Tetapi jumlah yang dibayarkan diterima bukanlah 200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah 25 miliar yang dilaporkan di seluruh dunia. Saat ini tidak ada meteorit dengan nilai seperti itu, dan tentunya tidak ada kolektor yang akan membayar harga tersebut," lanjut pernyataan tersebut.

Pihak Jared Collins pun menjelaskan kronologi pembelian batu meteor di Medan, Sumatera Utara tersebut.
Pada tanggal 7 Agustus 2020, seorang penggemar meteroit yang tinggal di Bali, Jared Collins, dihubungi sesama penggemar meteroit yang berada di Amerika.
Penggemar tersebut meminta bantuan Jared Collins untuk mendapatkan sebuah meteroit yang jatuh di Sumatera Utara milik Josua Hutagalung, warga Dusun Sutahan Barata, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Tertarik dengan kisah penemuan Joshua Hutagalung dan memiliki pengetahuan serta minat pada meteroit, Jared Collins akhirnya setuju membantu koleganya di Amerika.
Jared Collins kemudian ditugaskan untuk memeriksa keaslian meteroit tersebut, melindungi dari kemungkinan kerusakan dan kontaminasi yang mungkin terjadi akibat penanganan yang tidak tepat, serta mengirimkannya dengan aman kepada koleganya di Amerika.
Nilai transaksi telah disetujui oleh Joshua Hutagalung dan orang Amerika di luar negeri melalui komunikasi langsung yang sebelumnya dilakukan oleh kedua belah pihak, tanpa melibatkan Jared Collins. Joshua menetapkan harga yang kemudian disetujui oleh orang Amerika yang tinggal di luar negeri.
Baik Josua dan kolega Jared yang berada di Amerika, sepakat dengan proses yang dilangsungkan.
Jared Collins kemudian berangkat ke Sumatera Utara dan bertemu Joshua Hutagalung untuk melihat keaslian meteroit tersebut dan melindunginya.

Jared Collins menerima penggantian untuk biaya perjalanan dan untuk waktunya yang dihabiskan untuk kepentingan membantu kolega ini. Dia tidak memiliki meteorit ini dan juga tidak menjual meteorit tersebut kepada pihak lain yang memiliki meteorit tersebut saat ini.
Tujuan akhir dari keterlibatan Jared Collins sebagai penggemar meteorit adalah kesempatan sekali seumur hidup, untuk secara pribadi menyaksikan dan secara fisik memeriksa meteorit yang penting secara ilmiah ini.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
