INFOGRAFIS: Dampak Vaksin Buat Para Traveller

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 19 November 2020 15:00
INFOGRAFIS: Dampak Vaksin Buat Para Traveller
Apa saja?

Dream - Bagi orang yang gemar melancong, kabar vaksinasi Covid-19 paling ditunggu-tunggu. Maklum, sudah lebih delapan bulan aktivitas pariwisata lumpuh.

Sejak pandemi Covid-19, pemerintah memang menerapkan kebijakan pembatasan sosial. Semua orang diimbau tetap di rumah untuk menekan penularan Covid-19. Sehingga orang yang mau berwisata kesulitan.

Tapi kini diperkirakan vaksinasi kemungkinan bisa dilakukan pada akhir 2020 atau awal 2021. Tentu ini menjadi angin segar bagi para traveller. Itu artinya mereka tak lagi terkekang di dalam rumah karena bisa jalan-jalan.

Ilustrasi© Shutterstock

1 dari 5 halaman

Ada dampak

Tapi, apakah bila nanti sudah benar-benar menjalani vaksinasi para traveller bisa segera berwisata? Tunggu dulu, sebab vaksinasi ini ada yang dilakukan dua kali.

Meski nantinya sudah ada vaksin, jangan ditinggalkan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,

Untuk lebih jelasnya, lihat infografis berikut ini ya.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Savina Mariska

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

INFOGRAFIS: Mengapa Batuk Tak Kunjung Reda Meski Sudah Sembuh Covid-19?

Dream - Salah satu gejala Covid-19 yang banyak dialami pasien aktif adalah gangguan saluran pernapasan seperti batuk yang terus menerus. Selama pengobatan, pasien selalu diberikan pengobatan untuk menyembuhkan gejala tersebut.

Lalu, bagaimana jika batuk tak kunjung reda meski dokter menyatakan pasien sembuh dari Covid-19? Jika Sahabat Dream pernah menemukan kejadian di atas, jangan panik dulu.

Jaka Pradipta, dokter spesialis paru, menjelaskan bahwa batuk masih bisa terus dialami pasien yang telah dinyatakan Covid-19.

Lewat akun Twitter resminya @jcowacko, dia menjelaskan jika kondisi paru-paru pasien Covid-19 umumnya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda dan tergantung dari imunitas masing-masing.

Nah biar nggak langsung parno, yuk lihat penjelasan Dr Jaka .

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Savina Mariska

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

 

3 dari 5 halaman

Yuk Patuh! Ini Protokol Kesehatan Lengkap Umroh Masa Pandemik dari Saudi

Dream - Pemerintah Arab Saudi akhirnya menutup sementara proses visa umrah bagi jemaah Indonesia.

Tindakan ini ditempuh sebagai evaluasi temuan 13 jemaah Indonesia yang positif terinfeksi Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR/ Swab yang dilakukan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

" Saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang menutup proses visa dalam rangka melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia," kata Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Oman Fathurahman dalam keterangannya, Senin 16 November 2020.

Diketahui Indonesia saat ini sudah memberengkatkan 359 jemaah umrah dalam tiga fase keberangkatan tanggal 1, 3, dan 8 November 2020.

Berdasarkan hasil pengawasan, Kemenag meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), melakukan persiapan secara lebih komprehensif terkait penyelenggaraan umrah di masa pandemi, termasuk dalam sosialisasi dan edukasi jemaah.

" PPIU yang akan memberangkatkan jemaah umrah pada masa pandemi covid-19, harus mempersiapkan jemaahnya. Kuncinya edukasi. Jadi PPIU harus berikan edukasi secara intensif dan terperinci terkait prosedur pelaksanaan ibadah umrah saat pandemi," terang Oman.

4 dari 5 halaman

Edukasi Intensif Sebelum Berangkat

Menurut Oman, edukasi dan sosialisasi harus dilakukan agar sebelum berangkat, jemaah benar-benar memahami dan memaklumi situasi dan kondisi di Arab Saudi.

Ketaatan, kepatuhan, dan kedisiplinan jemaah dan penyelenggara untuk mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan juga sangat diperlukan agar jemaah tetap sehat dan aman dalam menjalankan perjalanan ibadah umrah.

" Protokol kesehatan harus benar-benar dijalankan secara disiplin dan ketat untuk memastikan jemaah tetap sehat dan tidak terpapar Covid-19," ujarnya.

5 dari 5 halaman

Temuan Saat Penyelenggaraan Umrah Perdana

1. Terdapat prosedur pemeriksaan PCR/SWAB pada saat karantina di hotel. Pemeriksaan ini dilakukan saat kedatangan jemaah.

Alasannya, untuk memastikan jemaah yang akan melaksanakan ibadah umrah atau salat lima waktu di Masjidil Haram bebas Covid-19.

" Ketentuan ini tidak tertuang dalam aturan yang disampaikan Pemerintah Arab Saudi. Ini agar dipahami bersama oleh seluruh jemaah," ujarnya.

2. Ada 13 jemaah asal Indonesia yang terkonfirmasi positif dari hasil tes PCR/SWAB yang dilakukan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Mereka lalu diisolasi di hotel tempat jemaah menginap sampai dengan 10 hari sejak terkonfirmasi positif, baru diijinkan untuk salat di Masjidil Haram dan umrah.

" Setelah itu, mereka meninggalkan Makkah untuk kembali ke Indonesia," jelasnya.

3. Saat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, jemaah umrah mendapat pendampingan yang ketat dari muassasah.

Ini dilakukan sebagai wujud pengendalian dan pengawasan mobilitas jemaah dan memastikan protokol kesehatan diterapkan.

4. Jemaah umrah asal Indonesia yang berangkat pada 1 dan 3 November 2020, tidak dapat melanjutkan ziarah ke Madinah, dikarenakan terdapat kasus positif dalam rombongan tersebut.

5. Saat kepulangan di Tanah Air, jemaah yang tidak memiliki dokumen hasil PCR/SWAB dari Arab Saudi, dilakukan karantina dan wajib pemeriksaan PCR/SWAB di tanah air oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta Selama berada di Saudi, Tim dari Kemenag bertemu dan berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah serta pihak lain yang terkait.

SOP Pemerintah Arab Saudi

Berikut SOP yang ditetapkan Pemerintah Saudi saat jemaah melaksanakan ibadah umrah:

1. 72 jam sebelum berangkat, jemaah wajib melakukan SWAB/PCR dengan hasil negatif.

2. Sampai di Arab Saudi, jemaah dikarantina di hotel selama tiga hari

3. Saat proses karantina berlangsung, jemaah dilakukan SWAB/PCR ulang oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Jika negatif, jemaah diizinkan beribadah umrah. Jika positif, jemaah harus melanjutkan isolasi mandiri di hotel yang sama, hingga negatif.

4. Saat akan beribadah umrah dan sholat lima waktu, jemaah wajib input data dalam aplikasi etamarna dan tawakkalna.

5. Pelaksanaan ibadah umrah hanya sekali dalam satu fase keberangkatan jemaah dari Indonesia.

6. Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno Hatta menerapkan protokol kesehatan bagi jemaah umrah yang datang dari Arab Saudi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar