Waspada! Ini Dua Cara WNI eks ISIS Balik ke Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 13 Februari 2020 07:03
Waspada! Ini Dua Cara WNI eks ISIS Balik ke Indonesia
Mahfud menduga ada dua cara WNI eks ISIS kembali ke Indonesia. Ini antisipasinya.

Dream - Pemerintah mengantisipasi untuk mencegah 689 Warga Negara Indonesia (WNI) mantan anggota ISIS. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md, menjamin, WNI eks ISIS tidak akan bisa masuk ke Indonesia dengan cara apapun.

" Kalau lewat jalur tikus ya ditangkap dong," kata Mahfud, Rabu, 12 Februari 2020.

Meski begitu, Mahfud enggan menjelaskan langkah pemerintah mencegah eks anggota ISIS kembali ke Tanah Air.

Mahfud menduga ada dua cara WNI eks ISIS kembali ke Indonesia. Cara pertama, yaitu melalui jalur tikus dengan cara menyusup. Cara legal, yaitu melalui negara yang bebas visa dengan menyembunyikan paspor mereka.

" Yang problem itu kalau mereka ada yang menyembunyikan paspor, bilang paspornya cuma pura-pura dibakar, lalu lewat jalur-jalur gelap itu melalui negara yang bebas visa untuk masuk ke Indonesia. Kan bisa terjadi," ucap dia.

Mahfud mengatakan, dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), WNI eks ISIS tidak akan dipulangkan ke Indonesia demi menjaga keamanan seluruh rakyat Indonesia.

" Itu kita sudah antisipasi, tapi kan enggak harus dibilang ke Anda semua," ujar dia.

Sumber:

1 dari 4 halaman

WNI Eks ISIS Tak Akui Indonesia, Selalu Menghindar Saat Didata

Dream - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md menegaskan pemerintah tidak akan memulangkan WNI eks kombatan ISIS ke Tanah Air.

" Enggak ada (langkah hukum lain yang diambil). Wong mereka pergi dari sini, mau diapain? Kita tidak tahu mereka siapanya," kata Mahfud, Rabu, 12 Februari 2020.

Mahfud mengatatakan, WNI eks simpatisan ISIS tidak pernah berkomunikasi dengan pemerintah. Keberadaan mereka di luar negeri justru ditemukan pihak luar.

" Yang menemukan kan CIA, ICRC (Palang Merah Internasional), (berkata) ini ada orang Indonesia. Kita juga enggak tahu apanya. Paspornya udah dibakar, terus mau diapain? Kalau kamu jadi pemerintah mau diapain kira-kira?" kata dia.

" Enggak bisa kan. Ya dibiarin saja. Enggak bisa dipulangkan," ucap dia.

Mahfud mengatakan, WNI eks simpatisan ISIS di luar negeri sebetulnya selalu menghindar. Bahkan sudah tak mengakui dirinya lagi sebagai WNI. " Mereka kan enggak mengakui sebagai WNI," kata dia.

Dia menuturkan, sebenarnya pihak pemerintah sudah mengirim tim untuk mencoba melakukan pendataan. Namun, mereka tak mau melaporkan diri.

" Sudah, sudah mengirim. BNPT udah ke sana, kita udah ke sana. Hanya ketemu sumber-sumber otoritas resmi aja. Di situ ada ini katanya, tapi orangnya enggak pernah menampakkan juga," ucap dia.

Dia menuturkan, data hanya diperoleh dari CIA dan ICRC.

" Kita ke sana cuma dapat nama-nama, tidak langsung dengan mereka. Itu dapat dari Palang merah Internasional, CIA, cuma gitu-gitu. Mereka kan menghindar dari kita," kata dia.

Sumber: 

2 dari 4 halaman

Sah! Pemerintah Tak Akan Pulangkan WNI Eks ISIS

Dream - Pemerintah akhirnya memutuskan tidak akan memulangkan WNI eks ISIS yang jumlahnya diketahui 689 orang. Keputusan ini ditetapkan usai Sidang Paripurna Kabinet di Istana Kepresidenan Bogor.

" Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Bahkan tidak akan memulangkan FTF (Foreign Terrorist Fighters) ke Indonesia," ujar Menko Polhukam, Mahfud MD, dikutip dari Liputan6.com.

Mahfud menjelaskan saat ini para WNI tersebut tersebar di Suriah, Turki, dan beberapa negara lainnya. Dia mengatakan pengambilan keputusan ini didasarkan beberapa pertimbangan, salah satunya menjaga keamanan 267 juta rakyat Indonesia.

" Karena kalau FTF ini pulang itu bisa jadi virus baru yang membuat rakyat 267 juta tidak aman," kata dia.

Tetapi, kata Mahfud, pemerintah terus melakukan pendataan jumlah dan identitask WNI mantan anggota ISIS. Khusus untuk anak di bawah usia 10 tahun, ada opsi untuk dipulangkan.

" Anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan tapi case by case," ucap Mahfud.

(Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

3 dari 4 halaman

Ketum PBNU Tegas Tolak Pemulangan WNI Eks ISIS di Depan Menlu

Dream - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj menegaskan penolakan terhadap wacana pemulangan WNI eks ISIS. Hal itu disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang tengah berkunjung ke kantor PBNU membicarakan wacana tersebut.

" Beliau Ibu Menteri minta masukan ke PBNU. Selama ini pemerintah belum berpendapat," ujar Said di kantornya, Selasa 11 Februari 2020.

Said mengatakan salah satu dasar penolakan NU yaitu para WNI itu secara sukarela menyatakan keluar dari Indonesia. Mereka lebih memilih bergabung dengan gerakan teroris.

Dia mengutip Surat Al Ahzab ayat 60 yang menyebutkan apabila ada orang-orang yang membuat kegaduhan atau kejahatan di dalam suatu wilayah, hendaknya untuk diusir.

" Secara teologis Alquran mengatakan Surat Al Ahzab ayat 60, orang-orang yang bikin gaduh di Madinah usir," ucap dia.

 

4 dari 4 halaman

"Ganggu Ketenangan 260 Juta Warga Indonesia"

Merujuk pada ayat tersebut, menurut Said, penolakan WNI eks ISIS dipulangkan ke Indonesia sudah tepat. Dia khawatir ratusan WNI tersebut akan menimbulkan kegaduhan di Tanah Air.

" Jangan sampai mengganggu ketenangan warga masyarakat. Oleh karena itu bicara pemulangan 600 orang kalau ganggu ketenangan 260 juta warga Indonesia," kata dia.

Kiai yang belajar agama selama 15 tahun di Arab Saudi ini kemudian memberikan masukan kepada Retno agar tidak memulangkan WNI eks ISIS. Selain membakar paspor, para WNI eks ISIS juga telah menyatakan Indonesia negara thogut dan mengancam akan membunuh para pejabatnya.

" Saya beri masukan dengan tegas kami PBNU menolak Kombatan ISIS," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Retno mengaku hingga kini pemerintah masih melakukan profiling terhadap 600 WNI eks ISIS.

" Kita kalau ditanya posisi kita sejauh ini adalah akan melakukan pendataan terlebih dahulu," Retno.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak