Negatif Corona, WNI di Kapal Pesiar Jepang Minta Diantar Obat Masuk Angin

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 14 Februari 2020 16:00
Negatif Corona, WNI di Kapal Pesiar Jepang Minta Diantar Obat Masuk Angin
WNI yang dikarantina meminta Tolak Angin dan mi instan.

Dream - Kementerian Luar Negeri menyebut 78 Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi penumpang dari kapal pesiar Diamond Princess yang sempat dikarantina karena sejumlah penumpang terkonfirmasi terpapar virus corona, atau Covid-19.

Hasil pemeriksaan dari tim medis setempat memastikan puluhan WNI yang `terjebak` dalam kapal pesiar tersebut dinyatakan negatif virus corona. 

" Alhamdulillah 78 kru WNI sampai saat ini dalam keadaan sehat," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha kepada Dream.co.id, Jumat, 14 Februari 2020.

Judha mengatakan, saat ini tim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo sudah membuat grup WhatsApp untuk menjalin komunikasi dan memantau kondisi WNI. Kemlu juga sudah menhubungi para keluarga di Indonesia untuk memberi informasi perkembangan terakhir kondisi para WNI tersebut.

" KBRI juga sudah beri bantuan logistik," kata dia.

 

1 dari 6 halaman

Minta Dibawakan Obat Masuk Angin

Dari unggahan Twitter KBRI Tokyo @KBRITokyo, para tim mengantarkan kebutuhan logistik untuk para WNI pada 12 Februari 2020.

Beberapa diantara permintaan puluhan NI tersebut adalah cairan pereda masuk angin. Selain itu, tim KBRI Tokyo juga mengirim mi instan dan vitaminc C.

Dalam unggahan lain, perwakilan 778 WNI yang menjadi awak kapal yang dikarantina di Yokohama tampak menyortir kiriman dari KBRI Tokyo.

 

2 dari 6 halaman

Bulan Madu, Pengantin Baru Terjebak di Kapal Pesiar dengan Wabah Virus Corona

Dream - Pasangan asal Amerika Serikat (AS), Milena Basso dan Gaetano Cerullo, sedang melakoni bulan madu. Tapi, kegembiraan pasangan ini terganggu karena kapal pesiar yang digunakan dikarantina karena wabah virus Corona.

Basso dan Cerullo terjebak di kapal pesiar The Diamond Princess. Kapal itu kini dikarantina di Yokohama, Jepang.

Dilaporkan CNN, kapal pesiar tersebut membawa 2.666 orang, termasuk 428 warga AS dan 1.045 kru. Tiga orang warga AS dikonfirmasi menjadi orang yang terpapar virus Corona.

Basso dan suami tak mengetahui sampai kapan masalah ini akan terjadi. Dia mengatakan, orang-orang di atas kedua kapal sedang diperiksa, dan orang-orang dengan gejala yang mencurigakan sedang diuji.

" Kami hanya merasa tidak aman," kata Basso.

" Kami harus dikarantina di lingkungan sanitasi yang aman, bukan di kapal pesiar yang sudah terinfeksi," ucap dia.

Basso mengatakan, mereka telah diperintahkan tidak meninggalkan kamar hingga pemberitahuan selanjutnya dari para petugas.

Basso memiliki pesan untuk otoritas AS. " Donald Trump selamatkan kami," kata dia.

" Kirim pesawat terbang pemerintah untuk kami. Bawa kami turun dari kapal," ujar dia.

Selain pasangan tersebut, penumpang kapal pesiar lain, The Diamond Princess, Spencer Fehrenbacher, mengatakan, adanya pengumuman kepada penumpang bahwa kapal itu bekerja sama dengan otoritas kesehatan Jepang untuk " menyediakan masker bagi semua orang di atas kapal untuk memungkinkan sejumlah tamu tertentu memiliki akses ke udara terbuka geladak di luar kabin mereka."

 

3 dari 6 halaman

Bersikap Positif

Penumpang telah tinggal di kamar mereka, Fehrenbacher mengatakan, menambahkan bahwa makanan dan minuman dilayani anggota kru.

" Untuk sarapan hari ini, kami diberi dua telur rebus, semangkuk buah dengan yogurt dan granola di atasnya, muffin dan croissant," kata Fehrenbacher.

" Mereka juga memberi kami segelas jus jeruk dan menuangkan secangkir kopi untuk setiap orang," ujar dia.

" Kami sekarang mencoba untuk menghabiskan waktu membaca, menonton televisi dan berusaha untuk tetap berpikir positif," ucap dia.

4 dari 6 halaman

Virus Corona Bikin Paranoid, Pria Ini Seenaknya Ludahi Tisu dan Lap Tombol Lift

Dream - Di saat semua orang berusaha menjauhkan diri dari wabah virus corona yang bermutasi jadi 2019-nCoV, masih ada segelintir orang tak bertanggungjawab yang membuat panik warga karena kelakuannya.

Entah apa motifnya, sekelompok orang terekam kamera CCTV seolah sedang menyebarkan virus corona pada tombol lift di sebuah apartemen di China.

Seperti diketahui, virus corona sangat cepat penyebarannya. Bahkan dikabarkan virus ini hanya butuh waktu 15 detik untuk menyerang korban baru. Meski tidak melalui udara, tapi menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus corona akan tertular penyakit tersebut.

(Baca: Cuma Berdiri Berdekatan, Virus Corona Bisa Menular Dalam 15 Detik!)

Banyak lift di China kini sudah dilengkapi dengan tisu sekali pakai untuk digunakan oleh pengguna menekan tombol tanpa menyentuh permukaannya.

Langkah itu dibuat Pemerintah China untuk menghentikan atau paling tidak memperlambat penyebaran virus corona.

5 dari 6 halaman

Membuang Tisu Bekas Lap Hidung dan Mulut

Dalam sebuah video yang viral di media sosial China, seorang wanita yang menaiki salah satu lift mengambil beberapa lembar tisu sekali pakai yang disediakan pengelola gedung.

Dia menggunakan lembaran tisu tersebut untuk menyeka hidung dan mulutnya. Namun yang menyebalkan, wanita itu dengan seenaknya membuang tisu tersebut di lantai lift.

Tapi yang lebih parah lagi ketika beberapa orang bergabung dengannya. Salah satunya adalah tingkah menjijikkan seorang pria yang memakai masker wajah.

6 dari 6 halaman

Mengelap Tombol Lift dengan Tisu yang Diludahi

Setelah melepas maskernya, dia mengambil tisu dan kemudian meludahinya sebelum menggunakannya untuk mengelap seluruh tombol lift.

Pria itu melakukan aksinya bukan hanya sekali, tapi sampai tiga kali sehingga mencemari seluruh tombol lift dengan ludahnya.

Aksi tak bertanggungjawab sekelompok orang ini terekam kamera dan polisi berhasil menangkap orang-orang ini. 

Laporan menyebutkan bahwa pria itu hanya dijatuhi hukuman penjara selama 10 hari meski telah menimbulkan kepanikan warga.

Beruntung, pria tersebut tidak menunjukkan gejala terjangkit virus corona dan tidak pernah pergi ke Wuhan yang jadi pusat penyebaran virus mematikan itu.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup