5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebelas mahasiwa asal Jawa Tengah masih berada di China. Para mahasiswa yang tersebar di sejumah wilayah China itu masih menunggu proses evakuasi sehingga tidak tertular virus Corona yang tengah mewabah di Kota Wuhan.
" Masih kami upayakan, dan menunggu komunikasi Kementerian Luar Negeri dengan pemerintah Tionkok. Kami berharap bisa secepatnya," kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Senin 3 Februari 2020.
Ganjar masih menunggu informasi lanjutan untuk membantu proses pemulangan para mahasiswa Jateng di China itu. Mereka harus seegera dipulangkan apalagi sudah kehabisan uang saku.
" Jadi kami bantu upayakan komunikasi dengan Kemenlu, dan tunggu kabar dari Pemerintahan Tiongkok proses pemulangan selanjutnya," ucap dia.
Sebanyak 15 mahasiswa asal Jateng sebelumnya tertahan di China setelah merebaknya virus Corona di Wuhan dan kota-kota di sekitarnya. Dari jumlah itu, empat orang berhasil dipulangkan pada Sabtu 1 Februari 2020.
Keempat mahasiswa yang dipulangkan merupakan warga Banyumas. Setelah diperiksa ulang tim medis RSUD dr Margono, mereka dinyatakan negatif Corona.
Pemeriksaan empat mahasiswa melalui tahapan anamnesa, pemeriksaan fisik, laboratorium dan foto rontgen.
" Tidak ditemukan gejala yang masuk kategori Novel Coronavirus (nCoV). Tidak ada riwayat kontak dengan penderita, sehingga masuk dalam kategori pemantauan saja karena belum suspect," ujar Ganjar.
Sumber: Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama
Dream - Seorang pasien mengaku sembuh dari infeksi virus corona dengan cara yang tak biasa. Bukan mengonsumsi obat untuk penderita HIV, pasien ini mengatakan sembuh dari wabah yang ditakuti masyarakat dunia tersebut hanya dengan banyak minum air putih.
Virus corona yang bermutasi menjadi 2019-NCoV saat ini memang membuat masyarakat dunia panik. Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, telah menetapkan status darurat internasional karena penyebaran virus yang sangat cepat.
Informasi tentang kesembuhan seseorang yang terpapar virus corona tentu menjadi kabar membahagiakan. Apalagi dunia medis sampai saat ini belum menemukan vaksin yang bisa mencegah seseorang terpapar virus tersebut.
Kisah pasien yang mengklaim sembuh dari paparan virus corona ini dimuat salah satu media lokal, China Press yang dikutip laman World of Buzz.
Disebutkan pasien berusia 49 tahun telah didiagnosis terpapar virus corona dan berhasil sembuh sepenuhnya setelah minum banyak air putih.
Pasien yang hanya dikenal sebagai Chen adalah seorang pedagang ayam. Dia melakukan perjalanan di Wuhan selama Oktober 2019.
Namun, dia baru mulai menunjukkan gejala terjangkit virus corona pada 2 Januari 2020, ketika pulang ke provinsi asalnya, Jiangxi.
Awalnya dia mengalami batuk hebat sebelum akhirnya merasakan demam di sekujur tubuh. Chen pun memeriksakan diri ke rumah sakit.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa Chen menderita sesak di dada, serta gejala lain yang berhubungan dengan virus corona.
Inspeksi selanjutnya mengonfirmasi bahwa Chen memang terjangkit virus corona, dan dia dikarantina pada 21 Januari 2020.
Menderita demam yang tak tertahankan selama enam hari enam malam, Chen mengatakan bahwa dia harus minum hingga 25 liter air setiap hari untuk mengatasi gejala tenggorokan kering yang disebabkan oleh virus.
Ajaibnya, pada 26 Januari 2020, dokter yang memeriksa kondisi Chen mendapati bahwa ia tidak lagi positif terpapar virus 2019-nCoV itu.
Meskipun mungkin bukan air yang menyembuhkan penyakitnya, minum sebanyak itu hanya untuk menghentikan gejala tenggorokan kering yang disebabkan oleh virus corona.
Netizen pun tidak lantas percaya begitu saja. Karena kesembuhan seseorang dari virus corona tergantung pada sistem kekebalan tubuh yang bersangkutan.
Menurutnya, dokter hanya meresepkan obat untuk mengatasi gejala atau tanda virus corona. Mereka tidak dapat membunuh virus pneumonia Wuhan. " Ini adalah masalah sistem kekebalan tubuh pasien melawan virus pneumonia Wuhan. Apakah virus dapat dikalahkan tergantung pada sistem kekebalan pasien itu sendiri. Obat hanya dapat membantu mengurangi demam, menyembuhkan masuk angin, batuk, atau gejala lainnya," katanya.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?