5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi Wabah Virus Corona (Foto: Shutterstock)
Dream - Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan Riau memastikan warga negara Indonesia (WNI) di asrama karantina Bandara Raden Sadjad TNI AU Natuna berada dalam kondisi sehat. Dinas Kominfo juga telah menyebarkan video kondisi WNI dari Wuhan di Natuna.
" Kondisi WNI kita sehat. Tidak ada masalah dengan mereka. Apalagi WHO dan Kemenkes telah mengeluarkan (pernyataan) bahwa WNI yang diobservasi di Natuna tidak ada yang terjangkit virus," kata Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi dan Informasi Dinas Kominfo, Provinsi Kepulauan Riau, Iskandar Zulkarnaen, Selasa, 4 Februari 2020.
Iskandar menyayangkan banyak warga Natuna yang masih berita bohong mengenai penyebaran virus Corona dalam radius 5 kilometer.
" Penyebaran virus Corona tidak semudah itu," ucap dia.
Iskandar meminta masyarakat Natuna tidak perlu khawatir karena lokasi karantina dan observasi dalam pengawasan ketat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
" Pemerintah tidak saja memastikan keselamatan dan keamanan WNI dari Wuhan, tapi juga warga Natuna tentunya," ujar dia.
Iskandar meyakinkan, ratusan WNI dari China sudah melalui pemeriksaan ketat sejak dari China. Bahkan ada beberapa WNI yang tak lolos karena diduga terkena virus Corona atau mengalami sakit.
" Itu sesuai instruksi WHO," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Ajang Nurdin
Dream - Warga di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau akhirnya menerima keputusan pemerintah yang menjadikan daerahnya sebagai lokasi karantina WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China. Di balik keputusan tersebut, ternyata ada peran Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.
Dokter yang juga pensiunan TNI berpangkat jenderal bintang dua itu meyakinkan warga Natuna dengan masuk ke dalam pesawat dan mempertaruhkan dirinya jika sampai ada penumpang WNI tersebut yang terpapar virus corona.
" Kalau saya bilang menjamin kan repot," ujar Terawan dikutip dari Liputan6.com, Selasa 4 Februari 2020.
Saat pesawat datang pertama kali ke Natuna, Terawan yang kala itu berada di garda terdepan memutuskan masuk ke dalam pesawat. Di kabin, Menkes sempat menyapa seluruh warga Wuhan yang baru tiba di Tanah Air.
" Nah, itu artinya saya menjaminkan," jelas Terawan.
Menurut Terawan, penanganan evakuasi dan mengkarantina WNI dari Wuhan di Natuna merupakan kesepakatan bersama yang diperintahkan Menko Polhukam. Dia bahkan menyebut program pemulangan tersebut sebagai operasi kilat.
" Ini adalah operasi cepat kilat dan harus tepat, tidak boleh meleset sedikit pun," kata dia.(Sah)
Saat ini, kata dia, sebanyak 231 WNI yang dikarantina di Wuhan dalam keadaan sehat. Para WNI juga sudah diberikan alat komunikasi serta simcard baru menggantikan kartu telepon bernomor China yang mereka pakai.
" Jangan pakai simcard di sana (China) nanti boros kalau dipakai di Indonesia. Mereka sudah bisa upload (Di media sosial) sendiri kegiatannya," ujarnya.
Pembagian HP dan Simcard tersebut menunjukan pemerintah berusaha transparan dalam penanganan WNI selama menjalani proses karantina.
" Nggak ada yang kita batasi untuk komunikasi. Artinya apa begitu terbukanya kita dalam mengelola semua ini. Tak ada yang disembunyikan," ucap dia.
Petugas karantina pun tidak membatasi mereka apabila ingin berkomunikasi sanak keluarganya menggunakan gawai masing-masing.
" Silakan nanti yang punya kontak dengan anak-anak itu atau teman sahabat kita itu silakan dihubungi. Nanti kan mereka akan cerita, wawancaranya gimana, makannya gimana, enake nggak? Kan ada hal-hal yang manusiawi. Kalau makannya enggak enak mungkin bisa telfon saya nanti saya kasih telur susu lagi," kata dia.
(Sumber: Liputan6.com)
Dream - Penduduk dunia saat ini melakukan berbagai cara untuk mencegah penyebaran virus corona baru. Virus yang pertama kali mewabah di Wuhan, China, ini memang mulai menyebar ke berbagai negara. Membuat dunia was-was.
Sebenarnya masih banyak orang yang penasaran dengan cara penyebaran virus yang juga dikenal dengan 2019-nCoV itu. Apalagi, kasus infeksi virus ini semakin banyak dan meluas.
Penelitian didukung oleh sejumlah ilmuwan, seperti Dr Michael Head, peneliti senior bidang kesehatan global di University of Southampton, dan Dr Maria Van Kerkhove, anggota komite darurat WHO mengenai wabah Wuhan, tampil untuk memberikan penjelasan tentang penyebaran virus mematikan tersebut.
Menurut kedua pakar tersebut, virus corona baru tidak hanya dapat menular jika manusia menghirup partikel yang terinfeksi. Tetapi menyentuh permukaan yang mengandung partikel virus juga bisa terinfeksi.
Maka tidak mengejutkan sebuah laporan yang dirilis oleh Sin Chew Daily baru-baru ini yang mengatakan bahwa jejak virus corona baru dari Wuhan ini juga bisa ditemukan di gagang pintu yang pernah disentuh oleh orang yang terinfeksi.
Hal ini tentu semakin membuat tingkat penularan virus corona baru semakin tinggi hingga orang mudah terkontaminasi.
Menurut laporan Sin Chew Daily, virus corona baru yang telah menginfeksi Wuhan telah ditemukan pada pegangan pintu logam yang sebelumnya digunakan oleh pasien yang didiagnosis menderita penyakit ini.
Meskipun ini tidak mengejutkan, tapi bisa jadi pengingat bahwa semua permukaan yang bersentuhan dengan orang sehat mungkin mengandung patogen yang dapat menyebabkan penyakit menular.
" Banyak dari kita yang khawatir tentang berapa lama virus itu sendiri dapat bertahan di lingkungan eksternal setelah meninggalkan tubuh manusia," kata Zhang Zhoubin, wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Guangzhou.
Karenanya, dia mengingatkan semua orang yang tinggal di daerah di mana virus corona telah menyebar untuk melakukan berbagai langkah pencegahan. Zhoubin ingin memastikan bahwa warga membiasakan diri mereka dengan membersihkan semua permukaan yang bersentuhan dengan mereka secara benar.
Selain, itu dia menyarankan untuk memastikan bahwa segala sesuatu yang sering disentuh tangan, seperti keyboard, ponsel, dan gagang pintu, harus disterilkan dengan benar untuk mencegah infeksi virus corona.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?